Jeneponto, matasulsel.id— Semangat melestarikan warisan budaya tenun tope di Kabupaten Jeneponto terus diperkuat melalui pelatihan merakit dan mengoperasikan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang berlangsung di Dusun Buttale’leng, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba.

Kegiatan yang difasilitasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jeneponto dengan dukungan Pemerintah Desa Datara ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan keterampilan pengrajin lokal, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan.

Memasuki hari ketiga pelatihan, Kepala Desa Datara, Muhammad Jufri Lau, SKM., NL.P., mengunjungi lokasi kegiatan untuk melihat langsung proses pelatihan sekaligus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut.

Ia mengungkapkan rasa syukur karena peralatan ATBM yang sebelumnya telah diterima masyarakat, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal, kini mulai dioperasikan melalui pendampingan dan pelatihan bagi para pengrajin tenun tope.

Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah penting agar bantuan peralatan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif, sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan kerajinan tenun tradisional.

Sementara itu, Taufik, salah seorang pelatih yang berasal dari Kabupaten Wajo, menilai Jeneponto memiliki potensi besar untuk mengembangkan tenun tope melalui pemanfaatan teknologi ATBM.

Keberadaan pengrajin yang masih aktif, ditambah kemauan untuk terus belajar, merupakan modal penting dalam meningkatkan keterampilan menenun. Dengan pendampingan yang tepat, potensi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan bagi pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari ini, dirancang untuk membekali seluruh peserta dengan keterampilan merakit, mengoperasikan, hingga menghasilkan kain tenun tope menggunakan ATBM.

Melalui kegiatan ini, para pengrajin diharapkan tidak hanya mampu menguasai teknik menenun dengan peralatan yang lebih produktif, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan usaha kerajinan secara berkelanjutan.

Momentum Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga warisan masa lalu. Diperlukan upaya nyata untuk mewariskan keterampilan kepada generasi berikutnya, mengembangkan kreativitas pengrajin, serta membuka peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan Dekranasda Kabupaten Jeneponto dan Pemerintah Desa Datara, tenun tope diharapkan terus berkembang sebagai identitas budaya lokal yang memiliki nilai ekonomi dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat Turatea. (*)