MAKASSAR – Media sosial tak lagi sekadar ruang untuk hiburan, eksistensi, atau mengejar jumlah likes.

Generasi Z di Makassar kini ditawari peluang baru untuk menghasilkan cuan melalui konten digital bertema pertanian.

 

Peluang tersebut ditawarkan Direktur Utama PT Super Tani Indonesia (STI), Andi Undru Mario (AUM), dalam kegiatan Ngopi dan Dialog (Ngopi Lo) yang digelar di Kafe Terra Cotta, Jalan Bonto Sunggu, Makassar, Sabtu (3/10/2026).

 

Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Makassar.

Dikemas santai, acara tersebut menghadirkan tiga host Carita Campuruk Makkala (CCM) TVRI Sulsel, yakni Idris Baba Ong, Vira KDI, dan Budiman Salam.

 

Di hadapan peserta, AUM membeberkan strategi baru STI untuk mempercepat pemasaran produk pupuk dengan melibatkan kekuatan generasi muda, khususnya Gen Z yang sehari-hari akrab dengan media sosial.

 

Menurut AUM, Gen Z memiliki modal penting untuk menjadi bagian dari ekosistem pemasaran digital karena tumbuh bersama perkembangan teknologi dan memiliki kemampuan memproduksi sekaligus menyebarkan konten secara cepat.

 

“Saya meyakini, dengan pelibatan Gen Z, omzet yang kita target lima musim, insyaallah, bisa dicapai dalam satu musim. Karena era sekarang adalah era digitalisasi dan Gen Z memiliki peranan besar,” ujar AUM.

 

Bikin Konten, Sebar, Dapat Bonus

 

STI tidak sekadar mengajak Gen Z mengenal produk pertanian. Perusahaan juga membuka peluang bagi anak muda untuk menjadi bagian dari tenaga pemasaran melalui konten kreatif.

 

Skemanya dibuat sederhana. Peserta dapat membuat konten mengenai produk pupuk Super Tani Indonesia, kemudian membagikannya melalui berbagai platform media sosial.

 

Jika konten tersebut berhasil mendatangkan pembeli bagi perusahaan, kreator berpeluang mendapatkan bonus.

 

“Adinda dan ananda, cukup duduk-duduk saja, buat konten, dan sebar di media sosial kalian. Insyaallah, akan menghasilkan cuan,” kata AUM.

 

Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan tepuk tangan dari peserta.

 

Skema itu memperlihatkan perubahan fungsi media sosial yang semakin luas.

Platform digital tidak hanya menjadi tempat berbagi aktivitas dan hiburan, tetapi juga dapat menjadi kanal pemasaran sekaligus sumber pendapatan.

 

Bagi STI, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penetrasi pasar di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin bergeser ke ruang digital.

 

Dengan menggandeng Gen Z, perusahaan berharap pemasaran produk pertanian tidak lagi berjalan dengan pola konvensional semata, tetapi memanfaatkan kreativitas dan jaringan digital anak muda.

 

Anak Muda Jangan Hanya Jadi Penonton Pertanian

 

Dialog dalam Ngopi Lo tidak berhenti pada urusan pemasaran pupuk. Forum tersebut juga membahas masa depan sektor pertanian dan pentingnya keterlibatan generasi muda.

 

Akademisi sekaligus praktisi pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Amruddin Ambo Enre, mengapresiasi langkah STI yang mencoba mempertemukan sektor pertanian dengan generasi muda.

 

“Saya siap mendukung dan juga mendoakan kesuksesan PT Super Tani Indonesia,” ujar Amruddin.

 

Ia mengajak mahasiswa untuk mengubah cara pandang terhadap sektor pertanian.

Pertanian, kata dia, tidak semestinya hanya dipahami sebagai pekerjaan yang identik dengan sawah, kebun, atau aktivitas produksi di lapangan.

 

Perkembangan teknologi justru membuka ruang yang jauh lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat, mulai dari produksi, teknologi pertanian, pemasaran, edukasi, hingga industri kreatif.

 

“Pertanian adalah profesi dan peluang bisnis masa depan. Ini juga menjadi ladang pahala karena mampu menghidupi banyak orang,” katanya.

 

Menurutnya, regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalam pembangunan sektor pertanian.

Karena itu, anak muda perlu didorong agar tidak sekadar menjadi penonton, tetapi mengambil bagian sesuai kemampuan dan bidang yang mereka kuasai.

 

Keterlibatan itu tidak harus selalu dilakukan dengan menjadi petani secara langsung. Anak muda dapat masuk melalui teknologi, bisnis, pemasaran, edukasi maupun produksi konten digital.

 

Pertanian Bertemu Dunia Digital

 

Ngopi Lo STI menjadi salah satu ruang yang mempertemukan dua dunia yang selama ini kerap dipandang berbeda, yakni sektor pertanian dan ekosistem digital.

 

Pertanian membutuhkan inovasi, regenerasi dan perluasan pasar. Sementara Gen Z memiliki kreativitas, kemampuan komunikasi digital serta akses luas terhadap media sosial.

 

Pertemuan kedua kekuatan tersebut membuka peluang lahirnya pola baru dalam memperkenalkan produk pertanian kepada masyarakat.

 

Konten digital dapat menjadi jembatan untuk menjelaskan produk, mengedukasi masyarakat, membangun kepercayaan konsumen hingga mendorong transaksi.

 

Bagi anak muda, pola tersebut juga membuka perspektif bahwa peluang ekonomi dari sektor pertanian tidak selalu berada di lahan pertanian.

 

Ada ruang yang dapat digarap dari balik layar, mulai dari membuat video, mengelola media sosial, melakukan edukasi, membangun komunitas hingga membantu pemasaran produk.

 

Pesan utama yang dibawa dalam kegiatan tersebut pun cukup jelas: pertanian bukan hanya soal bertani, tetapi juga bisnis, teknologi, kreativitas dan peluang masa depan.

 

Dalam kegiatan itu, AUM juga memberikan apresiasi berupa uang kepada sejumlah peserta yang aktif mengajukan pertanyaan.

 

Ngopi Lo akhirnya tidak hanya menjadi forum untuk memperkenalkan strategi bisnis STI, tetapi juga ruang bagi generasi muda Makassar untuk melihat sektor pertanian dari sudut pandang yang berbeda.

 

Di tengah derasnya arus digitalisasi, pertanian kini tidak hanya membutuhkan tangan yang bekerja di lahan, tetapi juga ide-ide kreatif yang mampu membawa cerita pertanian ke layar ponsel jutaan orang.

 

Dan bagi Gen Z, layar ponsel itu bisa menjadi lebih dari sekadar tempat scrolling. Ia bisa menjadi pintu masuk menuju peluang bisnis baru.