GOWA — Sorakan suporter, duel antarpemain dan bola yang terus bergulir menjadi pemandangan menarik di lapangan SMP Negeri 2 Sungguminasa. Di balik ketatnya pertandingan, ada pertarungan lain yang tak kalah penting yakni membawa nama sekolah masing-masing menjadi yang terbaik.

Atmosfer itulah yang mewarnai pelaksanaan Spendus Cup Vol. II pada Jumat (2/10/2026) sore. Turnamen yang sukses digelar berkat kolaborasi SMP Negeri 2 Sungguminasa bersama Sasino Apparel ini mempertemukan pelajar dari sejumlah jenjang pendidikan, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA, minggu(04/10/2026).

Bagi para pemain, setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk membuktikan hasil latihan. Kemampuan mengolah bola, membaca permainan hingga menjaga kekompakan tim diuji dalam situasi pertandingan sebenarnya.

Di titik inilah kompetisi pelajar memiliki arti lebih luas. Siswa belajar bahwa kemampuan saja tidak cukup. Mereka juga membutuhkan disiplin, komunikasi dan kemampuan mengendalikan emosi.

Yang lebih menarik lagi, penyelenggara tidak hanya menghadirkan pertandingan olahraga. Pembukaan turnamen ini dipadukan dengan penampilan budaya lokal melalui Angngarru’ dan Tari Paduppa yang dibawakan Sanggar Seni Spendus.

Perpaduan olahraga dan budaya itu memberikan warna tersendiri dalam kegiatan pelajar di Gowa. Selain itu, Spendus Cup juga menjadi panggung bagi SMP Negeri 2 Sungguminasa untuk memperkuat perannya dalam pembinaan olahraga siswa.

Kepala sekolah, Hj. Rahmadani berharap turnamen ini dapat menjadi ajang untuk mencetak atlet baru di bidang olahraga. Hal senada disampaikan oleh Ketua DPRD Gowa, Fahmi Adam yang merupakan alumni SMPN 2 Sungguminasa. Ia mengungkapkan harapan yang sama dalam sambutannya sekaligus membuka turnamen secara resmi dengan tendangan bola pertama secara simbolis.

Karena itu, trofi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan Spendus Cup. Ada pengalaman yang dibawa pulang para pemain. Ada keberanian yang tumbuh setelah bertanding. Ada pula persahabatan antarpelajar yang terbentuk di tengah persaingan.

Bagi sekolah yang telah mengutus siswanya dalam turnamen ini, menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pembinaan olahraga bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan wadah untuk mencetak talenta potensial di masa depan. [Muji]