Bantaeng — Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan Inovasi Peta Mitigasi (PAMIT) sebagai upaya menyediakan informasi spasial mengenai potensi kerawanan banjir di Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, jum’at(14/08/2026).
Inovasi yang dikembangkan oleh Brezky Dhimas Bahari ini memanfaatkan analisis spasial untuk mengidentifikasi dan memetakan wilayah berdasarkan tingkat kerawanan terhadap banjir. Pemetaan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya banjir di wilayah Kelurahan Bonto Rita.
Hasil analisis kemudian disajikan dalam bentuk peta yang informatif dan mudah dipahami. Peta tersebut memperlihatkan zona dengan tingkat kerawanan yang berbeda serta memberikan gambaran mengenai kondisi wilayah yang berpotensi terdampak banjir.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi media informasi bagi pemerintah kelurahan dan masyarakat Bonto Rita dalam mengenali wilayah yang memiliki potensi kerawanan banjir. Informasi tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
PAMIT tidak hanya menghasilkan sebuah peta, tetapi menghadirkan informasi berbasis data yang dapat membantu masyarakat memahami kondisi wilayahnya. Dengan informasi yang lebih jelas mengenai zona rawan banjir, upaya menghadapi potensi bencana dapat dilakukan secara lebih terarah.
Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN-T 116 Unhas, khususnya Brezky Dhimas Bahari, berupaya meninggalkan produk yang dapat terus dimanfaatkan oleh Kelurahan Bonto Rita, sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi untuk menjawab persoalan yang ada di lingkungan masyarakat.
PAMIT menjadi langkah sederhana berbasis data untuk mengenali risiko banjir sejak dini dan membangun kesiapsiagaan masyarakat Bonto Rita.

Tinggalkan Balasan