TORUT -Promosi Wisata merupakan bagian dari program kerja mahasiswa Unhas yang melaksanakan KKN dengan tematik Desa Wisata pada lembang Kantun Poya, Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara.

Metode yang kemudian dilaksanakan guna memperkenalkan Lembang Kantun Poya sebagai Desa Wisata ialah dengan membuat Video Promosi Wisata yang kemudian di unggah di kanal Youtube, Instagram dan Juga Tiktok dengan nama @Lembang Kantun Poya.

Pemilihan ketiga media tersebut dikarenakan di zaman sekarang, orang-orang kebanyakan menggunakan media tersebut untuk melihat berita, menonton film atau sekedar mencari hiburan, sehingga hal tersebut menjadi cara terbaik yang dapat dilakukan untuk menjangkau banyak orang, tidak hanya Masyarakat Toraja atau Indonesia saja, namun seluruh dunia.

Penanggungjawab Program Kerja, Frans Mega Sampebuto’ memberikan narasi bahwa Kabupaten Toraja Utara telah lama dikenal sebagai sebuah tempat yang sangat banyak menarik wisatawan karena keunikan alam dan juga budaya Toraja yang masih diteruskan hingga saat ini.

“Bahkan di Kecamatan Kapala Pitu telah banyak berdiri tempat-tempat wisata yang telah dikenal orang banyak, dan secara geografis Lembang Kantun Poya ini berada di Kecamatan Kapala pitu tetapi belum dikenal sebagai salah satu desa wisata, padahal Lembang ini penuh dengan potensi wisata yang tidak kalah dengan daerah-daerah lain. Sehingga Program kerja ini hadir untuk memperkenalkan Lembang Kantun Poya sebagai sebuah Desa yang punya potensi sangat besar sebagai sebuah desa wisata dari setiap jengkal di desa ini,” ujarnya.

Lembang Kantun Poya berada di ketinggian 1463 mdpl, sehingga udara di desa ini begitu sejuk, saat pagi hari bahkan kita bisa melihat embun turun dari perbukitan yang terlihat begitu indah disinari mentari pagi yang muncul dari balik perbukitan. Dikarenakan mayoritas Masyarakat di desa ini memiliki sawah untuk menanam padi sebagai sumber penghasilan dan pemenuhan pangan, sehingga hamparan sawah yang begitu luas dan menghijau menjadi satu ciri khas dari desa ini.

Kemudian sebuah perbukitan, salah satunya yang dinamakan oleh Masyarakat setempat sebagai “Buntu Tagari” yakni sebuah bukit yang ketika menginjakan kaki di atasnya, kita dapat menyaksikan keseluruhan desa dan juga daerah rantepao bahkan terlihat dari sana. Sehingga sebenarnya tempat tersebut punya potensi sebagai tempat wisata apabila dapat dikelola.

Tidak hanya itu saja yang menjadi potensi dari Lembang Kantun Poya sebagai desa wisata, tetapi yang paling menonjol ialah tradisi dan budaya Toraja yang masih dipertahankan dari generasi ke generasi di tempat ini. Menurut Bapak Markus Minggu Sampe, selaku Tokoh Masyarakat dan mantan Kepala Di Desa ini, mengatakan bahwa “Tradisi Rambu Solo’, Rambu Tuka’, To Mangrara Tongkonan, dan To Ma’ Nene’ serta tradisi-tradisi suku Toraja lainnya masih di pertahankan.” Terutama Tradisi To Ma’nenek yaitu tradisi adat suku Toraja yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali dimana Jenazah leluhur ataupun anggota keluarga yang telah meninggal dan telah di masukan dalam Patene (Liang Kubur), dikeluarkan Kembali kemudian di jemur, pakaiannya diganti sehingga sanak keluarga atau siapapun dapat melihat leluhur atau keluarga mereka yang telah wafat. Tradisi ini juga menjadi sebuah momen yang membahagiakan bagi Masyarakat dikarenakan dapat berkumpul bersama dengan keluarga jauh yang datang untuk melaksanakan tradisi ini.

Dari bentang alamya, serta tradisi yang kaya akan makna yang masih dipertahankan sampai sampai saat ini menjadikan Lembang Kantun Poya sebagai sebuah Desa yang punya potensi sangat besar sebagai Desa Wisata. Sehingga kehadiran Video Promosi Wisata ini diharpkan semoga dapat menjadi Langkah awal untuk mendukung Lembang Kantun Poya sebagai Desa Wisata yang dikenal luas dan juga berkelanjutan.