Jeneponto, matasulsel.id — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kelara terus memperkuat pembinaan kelembagaan dan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Salah satunya melalui pembinaan rutin Majelis Taklim Permata Lailatul Qadar yang berlangsung di Masjid Istiqomah, Kelurahan Tolo Barat, Kecamatan Kelara, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Penghulu KUA Kecamatan Kelara Akhmad, S.HI. yang mewakili Kepala KUA Kecamatan Kelara, bersama para Penyuluh Agama Islam dan jajaran KUA Kelara. Turut hadir KM. Hamzah Awing selaku Pembina Pondok Pesantren An-Nuriyyah Bontocini Kabupaten Jeneponto, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kelara Erni Jalling, Lurah Tolo Barat bersama Ketua TP PKK Kelurahan Tolo Barat, pengurus Majelis Taklim Permata Lailatul Qadar, serta sekitar 50 orang jamaah.
Pembinaan rutin tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Kecamatan Kelara untuk memastikan majelis taklim tidak hanya tumbuh sebagai ruang pertemuan dan pengajian, tetapi berkembang menjadi lembaga keagamaan masyarakat yang tertata, aktif, dan memiliki program pembinaan umat secara berkelanjutan.
Mewakili Kepala KUA Kecamatan Kelara, Akhmad dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa majelis taklim memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengembangan syiar Islam dan peningkatan pemahaman keagamaan masyarakat.
“Majelis Taklim Permata Lailatul Qadar merupakan lembaga pengembangan kegiatan keagamaan yang memiliki peran sangat strategis dalam pengembangan syiar Islam. Karena itu, kami berharap para pengurus senantiasa membangun koordinasi dengan KUA Kecamatan Kelara dalam pengembangan organisasi dan kegiatan majelis taklim,” ungkap Akhmad.
Menurutnya, keberadaan majelis taklim perlu terus diperkuat, baik dari aspek kelembagaan, tata kelola organisasi maupun kesinambungan program. Dengan pengelolaan yang baik, majelis taklim diharapkan mampu menjadi ruang pendidikan keagamaan sekaligus wadah pembinaan sosial yang dekat dengan kebutuhan umat.
Ia menjelaskan, KUA Kecamatan Kelara memiliki tugas dan fungsi pembinaan serta pengembangan kehidupan keagamaan di wilayah kerjanya. Dalam pelaksanaannya, Penyuluh Agama Islam menjadi bagian penting yang hadir mendampingi masyarakat dan organisasi keagamaan.
Karena itu, pengurus harian majelis taklim didorong untuk terus berkoordinasi dengan para Penyuluh Agama Islam, terutama berkaitan dengan tata kelola organisasi, penyusunan program, serta pelaksanaan kegiatan pembinaan dan penyuluhan keagamaan yang rutin dan berkesinambungan.
Pembinaan majelis taklim, lanjutnya, diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan tertentu. Lebih dari itu, diperlukan proses pendampingan yang terencana agar majelis taklim mampu bertumbuh menjadi lembaga keagamaan masyarakat yang mandiri, tertib dalam pengelolaan, serta konsisten menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi jamaah dan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kelara Erni Jalling mengapresiasi kegiatan pembinaan yang dilakukan KUA Kecamatan Kelara. Ia mendorong agar kegiatan keagamaan di Kelurahan Tolo Barat dilaksanakan secara lebih terstruktur dan terprogram.
“Kami berharap kegiatan keagamaan di Kelurahan Tolo Barat dapat dilaksanakan secara terstruktur dan terprogram sehingga bisa berjalan rutin. Kerja sama lintas sektor dengan KUA Kecamatan Kelara juga harus terus dibangun, demikian pula dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan,” ujarnya.
Erni menilai kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam mengembangkan kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. Sinergi antara KUA, Penyuluh Agama Islam, pemerintah kecamatan dan kelurahan, TP PKK, tokoh agama serta pengurus majelis taklim diharapkan mampu melahirkan program pembinaan yang semakin kuat dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Kegiatan pembinaan Majelis Taklim Permata Lailatul Qadar sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun pola pembinaan keagamaan berbasis kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan. Majelis taklim sebagai lembaga yang tumbuh langsung di tengah masyarakat memiliki potensi besar menjadi pusat pembelajaran agama, penguatan keluarga, pembinaan akhlak, serta ruang membangun kepedulian sosial.
Melalui pembinaan rutin tersebut, KUA Kecamatan Kelara berharap Majelis Taklim Permata Lailatul Qadar dapat terus berkembang dan menjadi salah satu mitra strategis dalam memperkuat kehidupan keagamaan di Kecamatan Kelara.
Semangat pembinaan yang dibangun KUA Kecamatan Kelara juga diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan majelis taklim di wilayah lainnya. Ketika kelembagaan keagamaan masyarakat dikelola secara terstruktur, didampingi secara berkelanjutan, dan diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, majelis taklim dapat mengambil peran yang semakin nyata dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya. (*)

Tinggalkan Balasan