MAKASSAR – PT BYD Motor Indonesia memperkenalkan BYD M6 EV untuk konsumen di Makassar dengan klaim jarak tempuh hingga 450 kilometer.

Kehadiran mobil listrik di segmen multi-purpose vehicle (MPV) ini memperkuat strategi BYD dalam memperluas pasar kendaraan listrik untuk kebutuhan keluarga di Indonesia.

 

Pengenalan BYD M6 EV disampaikan Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia, Pramita Sari, dalam rangkaian Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Rabu (28/10/2026).

 

Pramita mengatakan, karakteristik pasar otomotif Indonesia menjadi salah satu pertimbangan utama BYD dalam mengembangkan kendaraan energi baru. Salah satunya adalah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap mobil keluarga yang menunjang mobilitas sehari-hari.

 

“Di Indonesia, lebih dari 30 persen pasar kendaraan penumpang berasal dari segmen MPV. Karena itu, sejak awal BYD M6 dirancang sebagai salah satu produk yang penting untuk Indonesia,” ujar Pramita.

 

Menurutnya, kebutuhan konsumen terhadap kendaraan keluarga mendorong BYD menghadirkan pilihan teknologi yang lebih beragam. Kini, konsumen dapat memilih BYD M6 EV yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik atau BYD M6 DM yang mengusung teknologi dual mode.

 

Pendekatan tersebut mengusung konsep One Family, More Choices, yakni memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk menentukan teknologi kendaraan sesuai kebutuhan dan pola mobilitas masing-masing.

 

BYD M6 EV Diklaim Mampu Menempuh 450 Kilometer

 

Salah satu daya tarik BYD M6 EV yang diperkenalkan di Makassar adalah kemampuan jarak tempuh hingga 450 kilometer. BYD menyebut model ini telah mendapatkan penyempurnaan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia.

 

Dengan kemampuan tersebut, BYD M6 EV menyasar keluarga yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas harian, perjalanan antarkawasan, hingga bepergian bersama keluarga.

 

Kehadiran model ini juga memperluas pilihan kendaraan listrik di Sulawesi Selatan, seiring meningkatnya upaya produsen otomotif menghadirkan alternatif kendaraan dengan teknologi elektrifikasi.

 

Pramita menjelaskan, perjalanan BYD M6 di Indonesia dimulai pada 2024. Sejak diluncurkan, perusahaan terus mengumpulkan masukan dari berbagai kelompok pengguna, mulai dari keluarga, pelaku usaha, hingga konsumen armada atau fleet.

 

“MPV seperti apakah yang benar-benar cocok dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia? Jawabannya kami temukan dari ribuan pengguna BYD M6, mulai dari keluarga, pelaku usaha, hingga customer fleet,” katanya.

 

Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi BYD untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan karakteristik pasar domestik, termasuk kebutuhan kendaraan yang mendukung aktivitas keluarga sekaligus penggunaan komersial.

 

BYD M6 DM Perkuat Pilihan Teknologi Elektrifikasi

 

Selain M6 EV, BYD juga menawarkan M6 DM dengan teknologi dual mode. Kehadiran dua pilihan teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda.

 

Pramita menyebut BYD M6 DM mencatatkan kinerja penjualan positif dan diklaim memimpin segmen dual mode selama tiga bulan berturut-turut.

 

“Bagi kami, ini adalah bentuk kepercayaan konsumen terhadap solusi dual mode yang kami bawa ke Indonesia,” ujarnya.

 

Melalui dua pilihan tersebut, BYD berupaya memberikan alternatif bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan berteknologi elektrifikasi dengan mempertimbangkan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

 

BYD Catat Penjualan 46.700 Unit hingga September 2026

 

Dalam pemaparannya, Pramita menyampaikan bahwa penjualan kendaraan BYD Group di Indonesia mencapai 46.700 unit sepanjang Januari hingga September 2026.

 

Perusahaan juga mengklaim menguasai lebih dari 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional. Sementara di kawasan Sulawesi, lebih dari 1.100 keluarga disebut telah menggunakan kendaraan BYD.

 

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas penetrasi kendaraan listrik di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan Indonesia Timur.

 

Bagi BYD, pengembangan kendaraan energi baru tidak hanya berkaitan dengan peluncuran produk, tetapi juga dengan penyesuaian teknologi terhadap kebutuhan konsumen dan perubahan pola mobilitas masyarakat.

 

Pramita menilai peralihan menuju kendaraan energi baru semakin relevan di tengah persoalan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, biaya energi, serta dampak lingkungan.

 

“Elektrifikasi bukanlah lagi bagian yang menjadi pilihan, namun itu sudah menjadi masa depan bagi mobilitas kendaraan,” katanya.

 

Ia menambahkan, BYD menjalankan komitmen Green Dreams melalui pengembangan teknologi yang mencakup pengelolaan energi, penyimpanan energi, hingga penerapannya pada kendaraan energi baru atau New Energy Vehicles (NEV).

 

GIIAS Makassar Jadi Panggung Inovasi Kendaraan Listrik

 

GIIAS Makassar 2026 berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center. Pameran otomotif ini menjadi ajang bagi produsen untuk memperkenalkan produk, teknologi, dan inovasi terbaru kepada masyarakat Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur.

 

Partisipasi BYD melalui M6 EV dan M6 DM memperlihatkan upaya perusahaan memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi di segmen keluarga.

 

Dengan klaim jarak tempuh hingga 450 kilometer pada M6 EV serta alternatif teknologi dual mode melalui M6 DM, BYD berupaya menjangkau konsumen dengan kebutuhan mobilitas yang beragam.

 

Kehadiran kedua model tersebut sekaligus menambah pilihan bagi masyarakat Makassar yang mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi sebagai bagian dari kebutuhan transportasi keluarga maupun kegiatan usaha.