JAKARTA – Kesetaraan gender kini menjadi salah satu faktor strategis yang menentukan daya saing perusahaan di tengah perubahan lanskap bisnis global.

Tidak lagi sebatas tanggung jawab sosial, penerapan kesetaraan gender dinilai mampu mendorong inovasi, memperkuat mitigasi risiko, serta meningkatkan profitabilitas dan efisiensi operasional perusahaan.

 

Laporan UN Women bertajuk Unfinished Business: Private Sector and Gender Equality yang diterbitkan pada 2025 menunjukkan bahwa perusahaan dengan keterwakilan gender yang setara di jajaran eksekutif memiliki peluang 25 persen lebih tinggi untuk mencatat profitabilitas di atas rata-rata.

 

Temuan tersebut memperkuat pandangan bahwa kesetaraan gender bukan hanya agenda inklusi, tetapi juga bagian penting dari strategi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

 

Meski demikian, kesenjangan gender di dunia kerja masih menjadi tantangan besar.

Secara global, perempuan rata-rata hanya menerima 80 persen dari penghasilan laki-laki dan menempati sekitar 30 persen posisi manajerial.

 

Tantangan tersebut semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Laporan yang sama dalam materi yang dirujuk menyebutkan bahwa pekerjaan perempuan lebih rentan terpapar otomatisasi berbasis generative AI, dengan tingkat paparan mencapai 27,6 persen, dibandingkan 21,1 persen pada laki-laki.

 

Kondisi ini menunjukkan pentingnya memastikan transformasi digital berlangsung secara inklusif, termasuk melalui peningkatan keterampilan, akses terhadap teknologi, serta kesempatan pengembangan karier bagi perempuan.

 

Partisipasi Kerja Perempuan di Indonesia Masih Tertinggal

 

Tantangan kesetaraan gender juga tercermin di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang dirujuk dalam materi tersebut, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan tercatat sebesar 56,63 persen.

 

Angka itu masih jauh di bawah TPAK laki-laki yang mencapai 84,40 persen. Kesenjangan tersebut menggambarkan masih besarnya ruang untuk memperluas partisipasi perempuan dalam aktivitas ekonomi nasional.

 

Peningkatan partisipasi perempuan di dunia kerja membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama perusahaan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian.

Kebijakan rekrutmen yang inklusif, kesempatan promosi yang setara, lingkungan kerja yang aman, serta dukungan terhadap keseimbangan kehidupan dan pekerjaan menjadi bagian dari upaya mengurangi kesenjangan tersebut.

 

Selain itu, perusahaan perlu memastikan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pelatihan, mengembangkan kompetensi digital, dan menduduki posisi pengambil keputusan.

 

Langkah tersebut tidak hanya berpotensi memperluas kesempatan ekonomi bagi perempuan, tetapi juga membantu perusahaan membangun organisasi yang lebih adaptif dalam menghadapi perubahan pasar.

 

UN Women Dorong Perusahaan Terapkan Prinsip Kesetaraan Gender

 

Untuk mendorong sektor swasta menerjemahkan komitmen kesetaraan gender menjadi hasil nyata, UN Women bersama UN Global Compact terus mempromosikan Women’s Empowerment Principles (WEPs).

 

WEPs merupakan panduan global yang membantu perusahaan mengintegrasikan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender ke dalam strategi, kebijakan, serta praktik bisnis.

 

Hingga saat ini, lebih dari 11.500 perusahaan di 180 negara telah mengadopsi prinsip tersebut. Di Indonesia, jumlah perusahaan yang mengadopsi WEPs mencapai 251 perusahaan.

 

Penerapan WEPs diharapkan dapat memperkuat peran dunia usaha dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, meningkatkan keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan, serta memastikan kesempatan ekonomi yang lebih setara.

 

Melalui prinsip ini, perusahaan juga didorong untuk menempatkan kesetaraan gender sebagai bagian dari tata kelola dan keberlanjutan bisnis, bukan sekadar program yang dijalankan secara terpisah.

 

Indonesia Catat 142 Pendaftaran WEPs Awards 2026

 

Komitmen perusahaan terhadap kesetaraan gender juga terlihat menjelang penyelenggaraan puncak Indonesia WEPs Awards 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026.

 

Ajang penghargaan dua tahunan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong dan mengapresiasi peran sektor swasta dalam memajukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di dunia bisnis.

 

Tahun ini, UN Women Indonesia menerima 142 aplikasi pendaftaran yang berasal dari 94 perusahaan di Indonesia. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

 

Capaian ini menunjukkan tingginya minat perusahaan di Indonesia untuk terlibat dalam agenda kesetaraan gender sekaligus mengintegrasikannya ke dalam transformasi bisnis.

 

Peningkatan partisipasi tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas praktik bisnis yang lebih inklusif.

Perusahaan tidak hanya didorong menyampaikan komitmen, tetapi juga menunjukkan penerapan kebijakan dan langkah konkret yang mendukung pemberdayaan perempuan.

 

Menjelang penganugerahan, Indonesia WEPs Awards 2026 diharapkan semakin memperkuat kesadaran bahwa kesetaraan gender merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Dengan semakin luasnya keterlibatan sektor swasta, upaya mengurangi kesenjangan gender di dunia kerja diharapkan dapat berjalan lebih terarah.

Pada saat yang sama, perusahaan memiliki peluang untuk membangun daya saing melalui lingkungan kerja yang lebih adil, inklusif, dan mampu mengoptimalkan potensi seluruh tenaga kerja.

 

Informasi mengenai WEPs dapat diakses melalui situs resmi UN Women, sedangkan informasi mengenai Indonesia WEPs Awards tersedia melalui situs resmi Asia Pacific WEPs Awards.