MAKASSAR – Tujuh tahun perjalanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi bagian penting dari transformasi sistem pembayaran digital di Indonesia.

Perjalanan tersebut tidak hanya ditandai oleh perkembangan teknologi, tetapi juga oleh semakin luasnya pemanfaatan QRIS oleh masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor ekonomi daerah.

 

Hal tersebut disampaikan Rizki Ernadi Wimanda selaku Pimpinan Kantor Wilayah Bank Indonesia Sulsel dalam kegiatan Sultan Fun Run yang mengusung semangat “7 Colors, 7 Journeys, 1 QRIS”.

Tema tersebut menggambarkan perjalanan QRIS selama tujuh tahun sekaligus keberagaman inovasi yang terus dikembangkan untuk menghadirkan sistem pembayaran yang semakin mudah, cepat, dan inklusif.

 

Menurut Rizki, tujuh warna atau 7 Colors merepresentasikan tujuh tahapan pengembangan fitur QRIS sejak pertama kali diluncurkan.

 

Ketujuh inovasi tersebut meliputi QRIS Merchant Presented Mode (MPM) Statis, QRIS MPM Dinamis, QRIS Customer Presented Mode (CPM), QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM), QRIS Transfer, Tarik Tunai dan Setor Tunai (TUNTAS), QRIS Antarnegara (Cross-border), hingga inovasi terbaru QRIS Tanpa Pindai atau TAP.

 

7 Journeys menggambarkan tujuh tahun perjalanan QRIS. Namun semuanya bertemu pada satu semangat yang sama, yaitu 1 QRIS. Satu standar pembayaran Indonesia yang inklusif dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Rizki.

 

Semangat tersebut juga dihadirkan dalam kegiatan Sultan Fun Run. Para peserta tidak hanya diajak berolahraga dan menikmati suasana kegiatan, tetapi juga diperkenalkan dengan perjalanan perkembangan QRIS melalui sejumlah QRIS Station yang berada di sepanjang rute.

 

Kehadiran QRIS Station membuat setiap kilometer perjalanan memiliki pesan tersendiri. Peserta diajak mengenal bagaimana QRIS berkembang dari waktu ke waktu, dari sekadar inovasi pembayaran menjadi bagian dari ekosistem ekonomi dan keuangan digital masyarakat.

 

“Dengan demikian, setiap kilometer yang kita tempuh bukan hanya membawa kita semakin dekat dengan garis finish, tetapi juga mengajak kita melihat bagaimana QRIS terus berkembang dari waktu ke waktu,” katanya.

 

Bukan Sekadar Teknologi

 

Rizki menegaskan, tujuh tahun perjalanan QRIS pada hakikatnya merupakan bagian dari perjalanan masyarakat Indonesia menuju ekonomi dan keuangan digital yang semakin inklusif.

 

Menurutnya, keberhasilan QRIS tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana teknologi tersebut dapat digunakan dengan mudah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Keberhasilan QRIS bukan semata-mata mengenai teknologi. Keberhasilan QRIS terjadi karena teknologi tersebut dapat digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

 

Berdasarkan data yang disampaikan, hingga 30 Juni 2024, QRIS telah menjangkau sekitar 63,3 juta pengguna dan 46 juta merchant di seluruh Indonesia. Sebagian besar merchant tersebut merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

Sejak implementasinya, QRIS juga telah memfasilitasi sekitar 3,7 miliar transaksi dengan nilai mencapai sekitar Rp3,5 triliun.

 

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa QRIS semakin diterima sebagai instrumen pembayaran digital yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan perkembangan ekonomi digital.

 

QRIS Tumbuh di Sulawesi Selatan

 

Dampak pemanfaatan QRIS juga terlihat di Sulawesi Selatan. Per 30 Juni 2024, jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Selatan telah mencapai sekitar 1,48 juta pengguna, sementara jumlah merchant yang menggunakan QRIS mencapai sekitar 1,46 juta.

 

Volume transaksi QRIS di Sulawesi Selatan pada periode tersebut disebut mencapai sekitar 148,8 juta transaksi.

 

Pemanfaatan QRIS pun kini semakin mudah ditemukan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. QRIS tidak hanya digunakan oleh pedagang besar, tetapi telah masuk ke pasar tradisional, warung kopi, UMKM, pusat perbelanjaan, transportasi, destinasi wisata, hingga berbagai layanan masyarakat lainnya.

 

Bagi pelaku usaha atau merchant, QRIS memberikan kemudahan karena mereka tidak perlu menyediakan banyak kode QR dari berbagai penyedia layanan pembayaran. Satu QRIS dapat menjadi pintu masuk bagi beragam transaksi pembayaran digital.

 

Sementara bagi masyarakat, QRIS memberikan pilihan pembayaran yang semakin praktis. Konsumen dapat melakukan transaksi secara digital tanpa harus bergantung pada uang tunai.

 

Dari sisi perekonomian daerah, semakin luasnya penggunaan transaksi digital turut mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi yang lebih efisien, terdokumentasi, dan terkoneksi.

 

Dengan demikian, perjalanan tujuh tahun QRIS bukan hanya tentang tujuh inovasi teknologi pembayaran. Lebih jauh, perjalanan tersebut menjadi bagian dari perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi sekaligus penguatan ekosistem ekonomi digital Indonesia.

 

Melalui semangat “7 Colors, 7 Journeys, 1 QRIS”, perjalanan QRIS memasuki babak baru dengan tantangan yang semakin besar: memastikan inovasi pembayaran digital terus tumbuh, tetapi tetap mudah diakses dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.