MAROS – Pengelolaan Limbah Terpadu : melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Berbahan Feses Sapi, Jerami Padi, dan Limbah Rumah Tangga di Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, senin(10/08/2026).

Salah satu permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat Desa Bonto Tallasa adalah banjir. Keberadaan sampah yang kurang dikelola dengan baik dapat memperburuk kondisi tersebut, khususnya apabila jika sampah terbawa ke saluran drainase, juga sungai dan menghambat aliran air. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan limbah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah, tetapi juga mampu memberikan manfaat kembali bagi masyarakat dan lingkungan.

Kondisi tersebut di ketahui melalui hasil observasi yang telah di jalankan oleh, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 tematik pemberdayaan desa. Oleh karna itu Samuel Rudi selaku mahasiswa yang memiliki program kerja individu ini, menginisiasi program kerja berupa Pengelolaan Limbah Terpadu : melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Berbahan Feses Sapi, Limbah Pertanian Berupa Jerami Padi, dan Limbah Rumah Tangga. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengurangi penyebaran dan penumpukan limbah organik di lingkungan Desa Bonto Tallasa sekaligus memperkenalkan alternatif pemanfaatan limbah yang sederhana, ekonomis, dan dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri.

Program kerja ini mengusung konsep pengelolaan limbah organik dengan memanfaatkan bahan-bahan yang melipah di sekitar masyarakat. Feses sapi, jerami padi, dan limbah rumah tangga organik yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos. Melalui proses pengomposan, limbah organik tersebut tidak hanya dikurangi volumenya, tetapi juga diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi masyarakat, khususnya sebagai pupuk organik untuk tanaman.

Pemanfaatan ketiga jenis limbah tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Limbah yang sebelumnya dibuang begitu saja dapat dialihkan menjadi bahan yang bermanfaat. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan kompos, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari konsep membuang limbah menjadi memanfaatkan limbah.

Secara tidak langsung, pengelolaan limbah organik melalui kegiatan ini dapat membantu mengurangi potensi penumpukan sampah di lingkungan desa. Berkurangnya limbah yang dibuang ke lingkungan juga diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi potensi sampah masuk ke saluran drainase yang dapat memperburuk kondisi ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Pelaksanaan program kerja ini memperoleh respons positif dari masyarakat Desa Bonto Tallasa. Berdasarkan argumen salahsatu elemen Masyarakat setempat menilai bahwa, pengelolaan limbah menjadi kompos merupakan kegiatan yang relevan dengan kondisi lingkungan desa karena memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga memberikan pandangan bahwa program tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan penyebaran dan penumpukan sampah, khususnya limbah yang berasal dari aktivitas peternakan, pertanian, dan rumah tangga.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini menjadi salah satu indikator bahwa program pengelolaan limbah terpadu memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Pengetahuan yang diberikan oleh mahasiswa tidak hanya diharapkan berhenti pada saat program KKN berlangsung, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan kembali oleh masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian di Desa Bonto Tallasa.

Program kerja individu ini merupakan bagian dari bentuk tanggung jawab mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 116. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama berada di lingkungan akademik sekaligus berkontribusi dalam menjawab permasalahan yang ditemukan secara langsung di masyarakat.