MAKASSAR – KALLA Land & Property kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pusat perbelanjaan yang tidak hanya berfungsi sebagai destinasi belanja, tetapi juga menjadi ruang publik yang inklusif bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pekan Olahraga Nipah (PON) 2026, yang memasuki tahun kelima pelaksanaannya dengan skala kompetisi yang semakin besar.
Tahun ini, PON Nipah menghadirkan total 25 cabang olahraga, terdiri atas 17 cabang olahraga yang dipertandingkan dan 8 cabang olahraga eksibisi.
Penyelenggara juga menargetkan partisipasi sekitar 2.000 atlet, meningkat dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.
Sales & Marketing General Manager KALLA Land & Property, Rasmila Sari Suaib, mengatakan penyelenggaraan PON Nipah merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam mendorong perkembangan olahraga di Sulawesi Selatan, sekaligus mengoptimalkan fungsi Nipah Park sebagai ruang publik yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, selama lima tahun terakhir, PON Nipah terus berkembang menjadi ajang yang mempertemukan komunitas olahraga, atlet muda, hingga masyarakat umum dalam satu wadah yang positif dan produktif.
“Melalui PON Nipah, kami ingin membuktikan bahwa pusat perbelanjaan juga dapat menjadi ruang terbuka yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari berolahraga, berkreasi, hingga membangun komunitas. Tahun ini kami mempertandingkan 17 cabang olahraga dan menghadirkan delapan cabang eksibisi dengan target sekitar 2.000 atlet,” ujar Rasmila.
Ia menambahkan, penyelenggaraan PON Nipah juga menjadi bagian dari upaya KALLA Land & Property dalam mendukung pengembangan ekosistem olahraga sekaligus menyediakan ruang yang aman, nyaman, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
Sementara itu, Property General Manager Kalla Property, Aswan Amiruddin, menegaskan bahwa Nipah Park selalu terbuka terhadap berbagai kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Menurutnya, setiap program yang berdampak positif akan terus didukung, termasuk berbagai kegiatan olahraga, komunitas, maupun aksi sosial dan lingkungan.
“Asalkan memberikan manfaat bagi masyarakat, tentu bisa kita bicarakan dan laksanakan bersama. Nipah hadir bukan hanya untuk komunitas tertentu, tetapi untuk seluruh masyarakat. Kami ingin menjadikan Nipah sebagai ruang yang hidup, tempat orang berbelanja, berolahraga, berkarya, dan berinteraksi,” katanya.
Aswan juga menuturkan bahwa selama pelaksanaan PON Nipah 2026, pengelolaan operasional kawasan terus ditingkatkan agar aktivitas olahraga dan kegiatan pusat perbelanjaan dapat berjalan beriringan tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung.
Pengaturan sirkulasi pengunjung, pemisahan area pertandingan dengan area belanja, hingga penguatan aspek kebersihan menjadi perhatian utama panitia dan manajemen.
Hal ini juga sejalan dengan dukungan Nipah terhadap berbagai program kepedulian lingkungan, termasuk pengelolaan sampah untuk menjaga kawasan tetap bersih dan nyaman.
Melalui penyelenggaraan PON Nipah 2026, KALLA Land & Property berharap dapat terus mendorong lahirnya talenta-talenta olahraga baru sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang menghubungkan olahraga, kreativitas, komunitas, dan gaya hidup dalam satu ekosistem yang inklusif.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, PON Nipah kini telah berkembang menjadi salah satu agenda olahraga komunitas terbesar di Makassar yang mempertegas komitmen KALLA Land & Property dalam menghadirkan ruang publik yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan potensi generasi muda melalui olahraga.

Tinggalkan Balasan