Jeneponto, matasulsel.id – Semangat menjaga kebersihan lingkungan kembali ditunjukkan jajaran Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui pelaksanaan “Jumat Bersih” yang digelar usai Apel Pagi di halaman Kantor Bupati Jeneponto, Jumat(27/6/2026).

Apel pagi diikuti oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Bagian, Pejabat Fungsional, PNS, serta ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lingkup Sekretariat Daerah.

Bertindak sebagai pimpinan apel, Staf Ahli Bupati, Andi Armawih, mengajak seluruh aparatur untuk melaksanakan kerja bakti di titik-titik yang telah ditentukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman.

“Seluruh pejabat struktural, fungsional, PNS maupun ASN PPPK agar melaksanakan kerja bakti Jumat Bersih pada lokasi masing-masing yang telah ditentukan sebagai bentuk kecintaan kita terhadap lingkungan sekaligus berkontribusi mewujudkan Indonesia yang asri,” pesannya.

Gerakan Jumat Bersih sendiri telah menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Jeneponto sejak awal kepemimpinan Bupati Jeneponto Paris Yasir pada tahun 2025.

Program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi telah berkembang menjadi budaya kerja yang secara konsisten dilaksanakan setiap pekan.

Pantauan di lapangan menunjukkan semangat gotong royong dilakukan secara serentak di berbagai sudut ibu kota kabupaten. Tidak hanya ASN pemerintah daerah, kegiatan ini juga melibatkan unsur TNI, Polri, pegawai BUMN, serta masyarakat yang bersama-sama membersihkan lingkungan masing-masing.

Suasana penuh kebersamaan terlihat ketika para peserta membersihkan halaman perkantoran, saluran air, ruang terbuka, hingga kawasan fasilitas umum. Aktivitas sederhana tersebut menjadi wujud nyata bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan semata.

Suardi A kahar, melaporkan bahwa pelaksanaan Jumat Bersih berlangsung dengan penuh antusias. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif aparatur bahwa lingkungan kerja yang bersih akan berdampak positif terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Lebih dari sekadar membersihkan sampah, Jumat Bersih merupakan upaya membangun karakter aparatur yang peduli, disiplin, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Budaya hidup bersih diharapkan terus tumbuh dari lingkungan perkantoran hingga menjangkau setiap rumah tangga di Kabupaten Jeneponto.

Karena sesungguhnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan.

“Bumi tidak membutuhkan pahlawan baru. Ia hanya membutuhkan manusia yang berhenti membuang sampah sembarangan.”

Dengan semangat itulah, Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kebersihan sebagai budaya, sehingga Jeneponto semakin hijau, sehat, indah, dan nyaman untuk generasi hari ini maupun masa depan. (*)
Penulis : Suardi A Kahar