TAKALAR – Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kabupaten Takalar melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (LPPTKA) menutup rangkaian Safari Wisuda Santri TKA-TPA Tahun Pelajaran 2026 dengan menggelar Haflah Musyahadah di kawasan Wisata Permandian Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani Menyongsong Masa Depan Gemilang Menuju Takalar Maju” tersebut menjadi puncak pelaksanaan wisuda santri yang sebelumnya telah digelar di tujuh titik lokasi berbeda di Kabupaten Takalar.

Ketua Umum DPD BKPRMI Takalar, Ust. Abdullah Hasan, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan safari wisuda santri tahun ini. Menurutnya, keberhasilan mewisuda ribuan santri merupakan hasil kerja kolektif para guru mengaji, pengurus BKPRMI, orang tua santri, serta dukungan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, tahun pelajaran 2026 ini BKPRMI Takalar melalui LPPTKA berhasil mewisuda sebanyak 2.805 santriwan dan santriwati yang tersebar di seluruh kecamatan. Ini adalah bukti nyata bahwa gerakan pembinaan Al-Qur’an di Takalar terus tumbuh dan mendapat kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Abdullah Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Takalar yang selama ini memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan Al-Qur’an melalui BKPRMI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Takalar yang terus mendukung program pembinaan generasi Qur’ani. Dukungan tersebut menjadi energi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan TKA-TPA di daerah ini,” tambahnya.

Sementara itu, mewakili DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Wakil Ketua Umum DPW BKPRMI Sulsel, Salihuddin, S.Ag., H.Q., C.MA, menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran DPD BKPRMI Takalar dan LPPTKA yang terus konsisten melakukan pembinaan Al-Qur’an hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, Haflah Musyahadah bukan sekadar seremoni kelulusan santri, melainkan momentum penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter Qur’ani.

“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan prosesi wisuda, tetapi juga menyaksikan lahirnya harapan baru bagi umat dan daerah. Generasi Qur’ani adalah fondasi utama dalam mewujudkan Takalar yang maju, berdaya saing, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman,” kata Salihuddin.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang memiliki akhlak mulia dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Kami berharap para santri yang diwisuda hari ini terus melanjutkan pembelajaran Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Wisuda ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari proses pembentukan karakter dan peradaban yang lebih besar,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Staf Ahli Bupati Dr. Muh. Nurdin, S.Pd., M.M, yang hadir mewakili Bupati Takalar, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BKPRMI dalam membantu pemerintah daerah memberantas buta aksara Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan Bupati Takalar bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an melalui peningkatan kesejahteraan para guru TKA-TPA.

“Pemerintah Kabupaten Takalar mengapresiasi dedikasi dan partisipasi aktif BKPRMI dalam membantu pemerintah daerah memberantas buta aksara Al-Qur’an. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah telah menaikkan insentif bagi 513 guru TKA-TPA dari Rp. 500 rupiah menjadi Rp.600 ribu per bulan, sehingga ketika dirata-ratakan menjadi setiap guru yang menerima gaji dari Pemkab Takalar sebesar Rp. 7.200 ribu dalam satu tahun. Semoga intervensi anggaran ini semakin memotivasi para guru mengaji dan pengurus BKPRMI dalam membina santriwan dan santriwati di Kabupaten Takalar,” ungkap Muh. Nurdin menyampaikan pesan Bupati.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang religius merupakan bagian penting dari visi pembangunan Kabupaten Takalar menuju daerah yang maju dan berkarakter.

Pelaksanaan Haflah Musyahadah di Wisata Permandian Sampulungan berlangsung meriah dan penuh khidmat. Ribuan santri, orang tua, guru TKA-TPA, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah hadir menyaksikan prosesi wisuda yang menjadi simbol keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak usia dini di Kabupaten Takalar.

Dengan capaian 2.805 santri yang diwisuda pada tahun pelajaran 2026, BKPRMI Takalar kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menyongsong masa depan gemilang menuju Takalar yang lebih maju. (*)