JENEPONTO, matasulsel.id – Semangat pembinaan olahraga tradisional kembali terlihat dalam pelaksanaan *Scoring Day Turatea Horseback Archery yang berlangsung di Fadil Stable, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan anggota komunitas ini menjadi ajang untuk mengukur kemampuan, meningkatkan keterampilan, sekaligus mempererat silaturahmi antarpegiat olahraga memanah tradisional dan berkuda memanah (horseback archery).

Scoring Day merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai bagian dari proses pembinaan atlet dan anggota komunitas.

Melalui kegiatan ini, peserta diberi kesempatan untuk menguji ketepatan, konsistensi, konsentrasi, serta mental bertanding dalam suasana kompetisi yang sehat dan sportif.

Persaingan berlangsung menarik sejak babak penyisihan hingga final.

Setelah melalui pertandingan yang cukup ketat, hasil akhir Scoring Day menempatkan Albar sebagai Juara I, Dg. Nai sebagai Juara II, Nasir sebagai Juara III, dan Dg. Tika sebagai Juara IV.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Hadir menyaksikan jalannya pertandingan hingga penyerahan hadiah kepada para pemenang, Sekretaris KORMI Kabupaten Jeneponto, Suardi A Kahar. Kehadirannya menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap perkembangan olahraga rekreasi masyarakat yang terus tumbuh di Kabupaten Jeneponto.

Menurut para penggerak komunitas, olahraga memanah tradisional dan horseback archery bukan sekadar aktivitas rekreasi.

Di dalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yang sangat penting, seperti disiplin, fokus, kesabaran, keberanian, sportivitas, dan kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

Dalam beberapa tahun terakhir, Turatea Horseback Archery aktif melakukan edukasi dan pengenalan olahraga memanah kepada masyarakat. Kegiatan latihan rutin dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya Perhatian Sport Tourism Center Pantai Tamarunang, Lapangan Tembak Jenderal M. Yusuf di Kompleks Makodim 1425 Jeneponto, serta Fadil Stable.

Selain itu, komunitas ini juga secara konsisten memperkenalkan olahraga memanah dan berkuda kepada masyarakat melalui kegiatan Car Free Day Taman Turatea setiap hari Ahad.

Konsistensi tersebut mulai menunjukkan hasil yang positif. Minat masyarakat terhadap olahraga memanah tradisional dan berkuda terus meningkat, baik dari kalangan pelajar, pemuda, maupun masyarakat umum.

Kondisi ini menjadi modal penting dalam membangun ekosistem olahraga masyarakat yang sehat sekaligus mendukung pengembangan wisata olahraga (sport tourism) di Kabupaten Jeneponto.

Lebih jauh, Scoring Day kali ini juga menjadi momentum awal menuju agenda yang lebih besar. Dalam waktu dekat, komunitas Turatea Horseback Archery akan membentuk kepanitiaan dan mulai memperkenalkan kepada publik sebuah event yang diproyeksikan menjadi salah satu agenda unggulan daerah, yaitu Festival Sengka Ki Ri Jeneponto.

Festival tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara olahraga, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian tradisi lokal. Dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas, dunia usaha, media, dan masyarakat luas, festival ini berpotensi menjadi ikon baru Kabupaten Jeneponto yang mampu menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.

Semangat “Sengka Ki Ri Jeneponto” yang saat ini mulai digaungkan sejatinya merupakan ajakan untuk bergerak bersama membangun daerah melalui kreativitas, kebudayaan, olahraga, dan partisipasi masyarakat. Kehadiran komunitas – komunitas seperti Turatea Horseback Archery menjadi bukti bahwa kemajuan daerah tidak hanya lahir dari pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya ruang-ruang positif yang membentuk karakter, prestasi, dan kebanggaan masyarakat. (*)