Jeneponto, matasulsel.id – Kehadiran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kabupaten Jeneponto diharapkan menjadi salah satu penguat ekosistem halal daerah, khususnya dalam menjamin proses penyediaan pangan hewani yang sesuai syariat Islam, sehat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat.

Sebagai organisasi profesi yang menghimpun para juru sembelih halal, JULEHA hadir bukan hanya untuk memastikan tata cara penyembelihan sesuai ketentuan syariat, tetapi juga untuk membangun kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses penyembelihan hewan di Kabupaten Jeneponto.

Kabupaten Jeneponto dikenal sebagai salah satu daerah dengan aktivitas peternakan yang cukup berkembang di Sulawesi Selatan.

Selain memiliki populasi ternak yang besar, kebutuhan layanan penyembelihan hewan juga terus meningkat, baik untuk konsumsi harian masyarakat, usaha rumah potong hewan, kebutuhan acara keagamaan, maupun penyediaan bahan pangan bagi berbagai program pemerintah.

Perkembangan sejumlah Rumah Potong Hewan (RPH), khususnya untuk unggas, menjadi salah satu indikator meningkatnya kebutuhan terhadap tenaga penyembelih yang memiliki kompetensi dan pemahaman yang baik mengenai standar halal.

Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar peserta didik, ibu hamil, balita, dan kelompok rentan lainnya juga menjadi momentum penting untuk memperkuat jaminan kehalalan dan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, JULEHA Jeneponto berkomitmen untuk membangun kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Jeneponto, pelaku usaha peternakan, pengelola rumah potong hewan, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, serta berbagai pihak lainnya yang memiliki perhatian terhadap penguatan ekosistem halal daerah.

Selain itu, JULEHA juga akan mendorong pelaksanaan pelatihan, sertifikasi, edukasi, dan pendampingan bagi para praktisi penyembelihan hewan agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntunan syariat dan prinsip kesejahteraan hewan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan penyembelihan sekaligus memberikan perlindungan kepada konsumen muslim.

Karakteristik Kabupaten Jeneponto yang memiliki tradisi konsumsi berbagai jenis daging, termasuk sapi, kambing, unggas, hingga daging kuda pada momentum tertentu, menjadi salah satu alasan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap tata cara penyembelihan yang benar dan halal.

Di sisi lain, pelaksanaan ibadah kurban yang setiap tahun terus berkembang juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten. Pada momentum Iduladha tahun 2026, misalnya, panitia Tebar Kurban Bahagia yang dilaksanakan melalui kerja sama berbagai pihak mencatat ratusan ekor hewan kurban yang disalurkan di berbagai wilayah Kabupaten Jeneponto.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat sekaligus kebutuhan akan tata kelola penyembelihan yang semakin baik dan profesional.

Karena itu, JULEHA Jeneponto hadir sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat budaya halal, meningkatkan kualitas penyembelihan hewan, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, berdaya saing, dan memperoleh jaminan pangan yang halal serta thayyib.

Ke depan, JULEHA Jeneponto berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesadaran halal, meningkatkan kompetensi para pelaku penyembelihan, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi kemaslahatan umat dan pembangunan daerah.

“Profesional dalam Penyembelihan, Teguh dalam Syariat, dan Mengabdi untuk Kemaslahatan Umat.” (*)