JENEPONTO – Direktur D’Minang Connection, Hardianto Haris, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Satnarkoba Polres Jeneponto yang dipimpin oleh IPTU Sahrir bersama Tim Resmob Polres Jeneponto atas keberhasilan menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 1 kilogram pada 12 Juni 2026.
Menurut Hardianto Haris, keberhasilan tersebut merupakan capaian luar biasa dalam upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Jeneponto. Ia menilai pengungkapan tersebut menjadi bukti keseriusan aparat kepolisian dalam melindungi masyarakat dari ancaman peredaran gelap narkotika.
“Atas nama D’Minang Connection, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kasat Narkoba IPTU Sahrir beserta seluruh personel Satnarkoba dan Tim Resmob Polres Jeneponto yang telah bekerja keras menggagalkan peredaran sabu-sabu seberat 1 kilogram. Ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan oleh seluruh masyarakat Jeneponto,” ujar Hardianto Haris.
Meski demikian, Hardianto berharap aparat kepolisian terus mengembangkan kasus tersebut hingga tuntas. Ia meminta agar upaya pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba tetap dilakukan secara maksimal sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Berdasarkan informasi yang beredar, sopir pengangkut narkoba tersebut diduga melarikan diri dengan terjun ke Sungai Belokallong saat proses penangkapan yang terjadi sekitar pukul 01.24 WITA di kawasan Jembatan Belokallong, Jeneponto. Oleh karena itu, kami berharap pihak Satnarkoba terus bekerja keras untuk mengungkap seluruh jaringan dan menangkap pihak yang masih melarikan diri,” tambahnya.
Hardianto menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak masyarakat Jeneponto untuk terus bersinergi dengan aparat kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika.
“Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Mari kita dukung penuh langkah-langkah Polres Jeneponto dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika demi mewujudkan Jeneponto yang aman, sehat, dan bebas narkoba,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan