Jeneponto, matasulsel.id – Semangat berkarya dan kecintaan terhadap dunia literasi kembali terwujud dalam ajang Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Sederajat Kabupaten Jeneponto Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 18 hingga 19 Mei 2026 ini, menjadi wadah berharga bagi para siswa untuk menampilkan bakat, mengasah kemampuan berkomunikasi, serta menumbuhkan kepercayaan diri di hadapan publik.

Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh 33 peserta dari berbagai Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Jeneponto.

Keikutsertaan peserta yang begitu banyak menandakan antusiasme yang tinggi dari dunia pendidikan di daerah ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan lomba kali ini mencatat peningkatan jumlah peserta yang sangat signifikan, sekaligus menampilkan kemajuan pesat dari segi kualitas penampilan.

Para peserta tidak hanya mampu menyampaikan cerita dengan lancar, tetapi juga menampilkan kemampuan teknis yang baik, penampilan yang menarik, serta sikap percaya diri yang semakin matang.

Keberagaman materi cerita yang dibawakan menjadi daya tarik tersendiri. Peserta mempersembahkan berbagai judul cerita yang sangat beragam, mulai dari cerita-cerita lokal khas Jeneponto, cerita rakyat, legenda, hingga kisah kepahlawanan yang bersumber dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal ini menunjukkan bahwa para peserta telah memanfaatkan berbagai sumber literatur dan buku yang tersedia di koleksi perpustakaan Kabupaten Jeneponto, sehingga wawasan mereka semakin luas dan penampilan mereka menjadi lebih beragam serta bermutu.

Pada hari penutupan yang berlangsung pada Selasa (19/5), prosesi pengumuman hasil dan penyerahan hadiah dilaksanakan secara resmi. Berdasarkan keputusan mutlak dari Dewan Juri yang bertugas, juara pertama diraih oleh Farid Ibnu Hasan dari UPT SDN 8 Binamu dengan membawakan cerita berjudul “Putra Turatea”.

Posisi juara kedua disabet oleh Syakira Indah Qinara dari SDIT Ulul Albab YPWI Jeneponto lewat kisah “Syekh Yusuf Al Makassari”, sedangkan juara ketiga jatuh kepada Ferdi Wijaya dari UPT SDN 8 Bangkala yang mengangkat cerita berjudul “Asal Mula Bungung Salapang”.

Sementara itu, penghargaan juara harapan pertama diraih oleh Andi Hafizah Humaira dari UPT SDN 8 Binamu dengan cerita “Abbulo Sibatang”. Posisi harapan kedua berhasil diperoleh oleh Khalisa Balqis dari UPT SDN 10 Tarowang yang menampilkan kisah “Kisah Datu Museng Dan Maipa Deapati”, dan juara harapan ketiga disabet oleh Muh. Khaesan Paisal dari UPT SDN 8 Binamu melalui cerita berjudul “Cerita Rakyat Turatea”.

Penyerahan hadiah dan penghargaan ini disampaikan oleh PLT Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Taufik. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kelancaran penyelenggaraan lomba dan kemajuan yang ditunjukkan oleh seluruh peserta.

“Lomba Bertutur ini bukan sekadar ajang perlombaan biasa. Ini adalah wadah pembelajaran yang sangat berharga bagi adik-adik kita semua. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya melihat siapa yang paling pandai bercerita, tetapi kita sedang membentuk karakter, melatih keberanian, dan menumbuhkan rasa percaya diri yang akan menjadi bekal berharga sepanjang hayat,” ujar Taufik.

Lebih lanjut, Taufik menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan tahun ini dan kualitas penampilan peserta membuktikan bahwa upaya pengembangan literasi di tingkat sekolah dan masyarakat telah membuahkan hasil yang positif.

“Peningkatan jumlah peserta dan kualitas penampilan yang semakin baik menunjukkan bahwa budaya membaca dan mencintai pengetahuan semakin tumbuh subur di kalangan anak-anak kita,” tambahnya.

Penyelenggaraan lomba ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari berbagai pihak. Banyak yang berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan setiap tahunnya.

Para pendidik, orang tua, dan pengamat pendidikan berharap bahwa Lomba Bertutur ini dapat menjadi salah satu program unggulan yang mendukung gerakan literasi nasional, sekaligus menjadi sarana untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi di masa depan.

Diharapkan pula, keberhasilan peserta pada ajang kabupaten ini dapat menjadi modal dan pengalaman berharga. Pemerintah daerah berharap, para juara dan peserta terbaik mampu terus mengasah kemampuan dan berpartisipasi aktif dalam lomba-lomba di tingkat provinsi maupun nasional, guna mengharumkan nama Kabupaten Jeneponto di kancah yang lebih luas.

“Selamat kepada seluruh pemenang dan peserta yang telah berjuang dengan sebaik-baiknya. Kalian adalah aset berharga bagi daerah ini. Teruslah belajar, berkarya, dan mencintai ilmu pengetahuan. Kita yakin, prestasi yang telah diraih hari ini adalah langkah awal menuju kesuksesan yang lebih besar bagi masa depan Jeneponto yang lebih cerdas, kreatif, dan berkarakter,” pungkasnya. (*)