MATASULSEL.ID, MAKASSAR – Maskapai berbiaya hemat Indonesia AirAsia resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Surabaya–Makassar yang selanjutnya terhubung ke Palu, Kendari, dan Luwuk.
Penerbangan ini menandai langkah penting dalam memperkuat konektivitas udara di kawasan Indonesia Timur sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
Pesawat dengan nomor penerbangan QZ 737 yang berangkat dari Bandara Internasional Juanda mendarat mulus di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin dan disambut dengan prosesi water salute sebagai simbol peresmian rute baru tersebut.
Momen ini sekaligus menjadi awal dari rangkaian perjalanan yang menghubungkan beberapa kota penting di Indonesia Timur dalam satu jaringan penerbangan AirAsia.
Sebanyak 110 penumpang tercatat dalam penerbangan perdana rute Surabaya–Makassar.
Setelah transit di Makassar, pesawat melanjutkan perjalanan menuju Kendari dengan jumlah 130 penumpang, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan penerbangan baru tersebut.

Makassar Jadi Hub Penghubung Kawasan Timur
Head of Indonesia Affairs & Policy Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidi, menjelaskan bahwa rute Surabaya–Makassar merupakan jalur utama yang dirancang sebagai penghubung menuju sejumlah kota di kawasan timur Indonesia seperti Palu, Kendari, dan Luwuk.
Menurutnya, kehadiran rute ini memberikan kemudahan perjalanan bagi masyarakat karena kini beberapa kota dapat terhubung dalam satu perjalanan menggunakan jaringan AirAsia.
“Perjalanan perdana rute Surabaya–Makassar ini akan dilanjutkan dengan penerbangan ke Palu, Kendari, dan Luwuk. Artinya kini kota-kota tersebut terhubung dalam satu perjalanan bersama AirAsia,” ujar Eddy.
Ia menegaskan bahwa Makassar memiliki posisi strategis sebagai simpul transportasi udara di kawasan timur Indonesia. Dengan konektivitas yang semakin kuat, mobilitas masyarakat maupun pelaku usaha diharapkan meningkat.
Selain itu, kehadiran rute baru ini juga menjadi bagian dari upaya maskapai untuk memperluas akses transportasi udara dengan tarif yang tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Kami berharap kehadiran rute ini tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menjadi penunjang pariwisata dan ekonomi di berbagai daerah yang terhubung,” katanya.
Dorong Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi
Eddy menambahkan bahwa AirAsia melihat potensi besar sektor pariwisata di wilayah Indonesia Timur.
Dengan konektivitas yang lebih baik, wisatawan domestik maupun mancanegara akan semakin mudah menjangkau destinasi-destinasi unggulan.
Ia optimistis rute baru ini mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat sektor ekonomi daerah.
“AirAsia berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat sektor wisata melalui konektivitas udara yang lebih baik antar kota,” jelasnya.
Menurutnya, pengembangan jaringan penerbangan tidak dapat dilakukan sendiri oleh maskapai. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pengelola bandara, hingga pelaku industri pariwisata.
Karena itu, AirAsia juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak agar layanan penerbangan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Harapan Bandara Sultan Hasanuddin
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggus Eko Tri Gandeguai, menyambut positif kehadiran AirAsia di Makassar.
Ia berharap kehadiran maskapai tersebut dapat memperkuat posisi Bandara Sultan Hasanuddin sebagai gerbang konektivitas udara di kawasan Indonesia Timur.
“Kami berharap kehadiran AirAsia dapat menjadi pintu gerbang wisata internasional dari Makassar,” ujarnya.
Menurut Minggus, potensi pariwisata di kawasan timur Indonesia sangat besar, mulai dari wisata bahari hingga wisata budaya yang unik.
Dengan konektivitas penerbangan yang semakin baik, berbagai destinasi tersebut akan semakin mudah dijangkau wisatawan.
Ia juga menyampaikan optimisme bahwa kerja sama antara pemerintah, maskapai, dan pengelola bandara akan membuka peluang pengembangan rute baru di masa mendatang.
“Dengan konektivitas yang terus berkembang, kami optimistis destinasi-destinasi seperti Takabonerate, Mamuju, dan sejumlah daerah lainnya dapat semakin dikenal luas,” katanya.
Selain itu, harga tiket yang relatif terjangkau juga diyakini akan meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan udara, baik untuk kebutuhan bisnis, wisata, maupun kunjungan keluarga.

Dukungan Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Andi Erwin Terwo, turut menyampaikan apresiasi atas dibukanya rute penerbangan baru tersebut.
Ia menyampaikan selamat datang kepada seluruh penumpang AirAsia yang tiba di Makassar dalam penerbangan perdana dari Surabaya.
Menurutnya, rute ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat konektivitas transportasi udara antar wilayah.
“Penerbangan ini merupakan bentuk konektivitas baru dengan tarif yang bersahabat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap ke depan AirAsia dapat memperluas jaringan penerbangan ke berbagai daerah lainnya di Sulawesi Selatan maupun kawasan timur Indonesia.
Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, kehadiran penerbangan baru juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor pariwisata.
“Kami berharap penerbangan ini dapat membantu mengembangkan destinasi wisata di Sulawesi Selatan serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Andi Erwin.
Membuka Akses Internasional Indonesia Timur
Selain memperkuat konektivitas domestik, kehadiran AirAsia di Makassar juga membuka peluang bagi pengembangan rute internasional di masa depan.
Bandara Sultan Hasanuddin selama ini dikenal sebagai salah satu bandara utama di Indonesia Timur yang memiliki potensi besar sebagai hub penerbangan internasional.
Dengan jaringan luas yang dimiliki AirAsia di kawasan Asia, Makassar berpeluang menjadi pintu gerbang perjalanan internasional bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Hal ini tentunya akan memberikan dampak besar bagi sektor pariwisata, perdagangan, serta investasi di berbagai daerah.
Melalui konektivitas udara yang semakin baik, berbagai potensi daerah di Indonesia Timur diharapkan dapat semakin berkembang dan dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Penerbangan perdana Surabaya–Makassar yang dilanjutkan ke Palu, Kendari, dan Luwuk pun menjadi simbol awal dari upaya memperkuat jaringan transportasi udara di kawasan timur Indonesia.
Dengan dukungan pemerintah, pengelola bandara, serta masyarakat, AirAsia optimistis konektivitas ini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan