JENEPONTO — Potensi garam di pesisir selatan Sulawesi Selatan kian dilirik sebagai motor baru ekonomi daerah. Melihat peluang ini, Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan Bontosunggu (KP2KP) bergerak cepat memperkuat pelaku UMKM garam melalui pendampingan intensif di Desa Pallengu, Kecamatan Bangkala.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Direktorat Jenderal Pajak dalam mendorong UMKM tak hanya patuh pajak, tetapi juga mampu tumbuh lebih profesional dan kompetitif di pasar yang semakin terbuka.

Pendampingan dilakukan lewat penyuluhan langsung yang dikemas komunikatif, menyentuh aspek penting mulai dari administrasi usaha hingga peran pajak dalam pembangunan ekonomi.

Kepala KP2KP Bontosunggu, Zulfahri, menilai sektor garam di Pallengu menyimpan “emas putih” yang belum sepenuhnya digarap maksimal. Dengan pengelolaan yang tepat, usaha garam lokal berpotensi menembus pasar yang lebih luas.

“Pelaku UMKM garam perlu didukung tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga pemahaman administrasi dan perpajakan. Ini menjadi fondasi penting agar usaha mereka bisa berkembang berkelanjutan dan naik kelas,” ujarnya.

Tak sekadar memberi materi, tim KP2KP juga turun langsung berdialog dengan para petani dan pengolah garam.

Dari perbincangan itu, terungkap sejumlah tantangan klasik yang masih membayangi, mulai dari keterbatasan sarana produksi, proses pengolahan yang belum optimal, hingga akses pemasaran yang belum maksimal.

Masukan ini dinilai penting sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Di tengah tantangan tersebut, semangat pelaku usaha tetap menyala. Nurul Faidah, pemilik usaha garam merek Sniper, mengaku mendapatkan wawasan baru yang berdampak langsung pada cara ia mengelola usahanya.

“Kami jadi lebih paham soal administrasi usaha dan kewajiban pajak. Penjelasannya sederhana tapi sangat membantu. Harapannya, pendampingan seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.

Pendampingan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat. KP2KP Bontosunggu menegaskan akan terus hadir sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha lokal.

Jika dikelola dengan serius, garam Jeneponto bukan hanya bumbu dapur, tetapi bisa menjelma menjadi komoditas unggulan yang menggerakkan roda ekonomi daerah.

Kini, dengan sentuhan pendampingan dan edukasi yang tepat, jalan menuju UMKM naik kelas semakin terbuka lebar.