JAKARTA — Pasar smartphone Indonesia makin panas, dan kali ini realme datang dengan strategi yang terasa “kena banget” di denyut ekonomi digital saat ini: menghadirkan kecerdasan buatan (AI) yang bukan cuma canggih, tapi benar-benar kepakai.
Di tengah gaya hidup serba cepat, realme melihat peluang besar. Produktivitas kini jadi “mata uang baru”, dan teknologi yang bisa memangkas waktu serta effort punya nilai jual tinggi.
Lewat realme 16 Series 5G, perusahaan mencoba mengunci segmen anak muda dan kreator konten yang butuh perangkat praktis tanpa ribet.
Alih-alih menampilkan AI sebagai fitur teknis yang rumit, realme mengemasnya seperti asisten pribadi digital.
Melalui ekosistem NEXT AI, berbagai fitur pintar disematkan untuk mempercepat aktivitas harian, mulai dari editing foto, produksi konten, hingga pengelolaan perangkat.
Salah satu fitur yang jadi sorotan adalah AI Edit Genie, yang memungkinkan pengguna mengedit foto hanya lewat perintah sederhana.
Ubah gaya rambut, latar belakang, hingga tampilan visual? Bisa dilakukan dalam hitungan detik tanpa aplikasi tambahan.
Ditambah fitur AI LightMe dan AI StyleMe, hasil foto langsung siap unggah ke media sosial tanpa proses editing panjang.
Bukan cuma foto, realme juga membidik tren video pendek yang sedang meledak di ekonomi kreator.
Fitur AI Instant Clip memungkinkan pengguna menyusun video otomatis dari kumpulan foto atau klip video, lengkap dengan template sesuai momen seperti traveling atau aktivitas harian.
Proses yang biasanya makan waktu kini dipangkas drastis jadi super instan.
Langkah ini menunjukkan arah baru persaingan industri: bukan lagi sekadar spesifikasi tinggi, tapi bagaimana teknologi bisa menghemat waktu dan meningkatkan produktivitas pengguna.
Dalam konteks ekonomi digital Indonesia yang terus tumbuh, pendekatan ini berpotensi memperluas pasar, terutama di kalangan kreator muda dan pekerja fleksibel.
“Melalui realme 16 Series 5G, kami ingin menghadirkan AI yang benar-benar terasa manfaatnya, bukan sekadar fitur tambahan. Anak muda butuh teknologi yang membantu mereka bekerja lebih cepat, praktis, dan efisien,” ujar Krisva Angnieszca, Public Relations Lead realme Indonesia.
Dengan strategi ini, realme tidak hanya menjual perangkat, tetapi juga menawarkan solusi produktivitas. Jika tren ini terus berlanjut, AI bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi baru dalam persaingan industri smartphone di Indonesia.

Tinggalkan Balasan