MATASULSEL.ID, POMALAA — Upaya PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam memperkuat hilirisasi nikel nasional terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Hal ini tercermin dari kemajuan pembangunan proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa yang mendapat apresiasi langsung dari Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral Mining Industry Indonesia (MIND ID) dalam kunjungan kerja ke kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP).

Dalam kunjungan tersebut, MIND ID menilai pengelolaan proyek hilirisasi PT Vale berjalan dengan disiplin tinggi, terukur, serta berorientasi jangka panjang. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan proyek strategis nasional tetap sejalan dengan prinsip keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta keberlanjutan investasi.

Rangkaian kunjungan dilakukan dengan meninjau Port Kolaka Nickel Indonesia (KNI) serta area pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pomalaa.

Hingga saat ini, berbagai fasilitas utama dan infrastruktur pendukung telah terbangun, mulai dari struktur awal proses, utilitas penunjang, hingga sistem logistik yang terintegrasi langsung dengan pelabuhan.Proyek HPAL Pomalaa Melesat, MIND ID Nilai Hilirisasi PT Vale Tunjukkan Tata Kelola Kuat dan Berkelanjutan Capaian tersebut menunjukkan kesiapan teknis proyek untuk melanjutkan tahapan pengembangan berikutnya secara bertanggung jawab.

Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, mengaku terkesan dengan percepatan pembangunan fasilitas HPAL PT Vale yang dinilainya berlangsung sangat progresif dalam kurun waktu relatif singkat.

“Saya cukup surprise melihat perkembangan pembangunan pabrik HPAL ini. Beberapa bulan lalu progresnya belum terlihat signifikan, namun sekarang sudah berdiri sejumlah peralatan utama. Dalam waktu kurang dari setahun, progresnya sudah mendekati setengah,” ujar Tedy.

Ia menegaskan bahwa proyek HPAL Pomalaa memiliki nilai strategis bagi Indonesia, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan bijih nikel jenis limonite yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari sisi kesiapan teknis dan kemitraan, proyek ini dinilai telah dirancang dengan perencanaan yang matang dan terstruktur.

“PT Vale memiliki cadangan nikel yang sangat besar, terutama limonite. Dari sisi peralatan dan mitra, persiapannya terlihat sangat baik. Saya optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Selain progres fisik, MIND ID juga memberikan apresiasi terhadap konsistensi PT Vale dalam menerapkan good mining practices serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pendekatan kehati-hatian, termasuk pengelolaan aktivitas proyek secara terukur dalam fase administratif, dinilai mencerminkan tata kelola perusahaan yang kuat dan bertanggung jawab.

“PT Vale dikenal konsisten dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik. Kepatuhan terhadap aturan, termasuk penghentian sementara aktivitas saat perizinan belum lengkap, merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi,” tegas Tedy.

Proyek hilirisasi IGP Pomalaa merupakan investasi strategis jangka panjang yang dirancang untuk menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat rantai pasok industri berbasis nikel, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan baik di tingkat regional maupun nasional.

Seluruh tahapan pengembangannya dijalankan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta standar keselamatan dan tata kelola internasional.

Ke depan, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan proyek, kepatuhan administratif, dan disiplin manajemen risiko. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun industri nikel Indonesia yang berdaya saing global, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.