JAKARTA — Pestapora 2026 memang baru digelar pada 25–27 September mendatang. Namun, denyut festival musik tersebut sudah lebih dulu terasa di berbagai ruang hangout lewat rangkaian BINTANG BarSinar di Latihan Pestapora.
Dimulai dari Jakarta pada akhir Agustus, rangkaian ini akan menyambangi lima kota sepanjang September, yakni Jakarta, Bali, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Bukan sekadar pemanasan menuju festival, program ini menjadi ruang pertemuan antara musisi, komunitas, dan para penikmat musik dengan menghadirkan pertunjukan di tempat-tempat berkumpul yang dekat dengan keseharian mereka.
Sebagai merek bir legendaris Indonesia yang telah hadir sejak 1952, BINTANG membawa semangat untuk terus menjadi bagian dari berbagai momen yang mempertemukan orang-orang.
Melalui BINTANG BarSinar di Latihan Pestapora, semangat tersebut diterjemahkan lewat rangkaian pertunjukan dan kolaborasi yang merayakan keberagaman karakter serta perspektif dalam lanskap musik Indonesia.
Sejumlah musisi dari lintas generasi dan genre turut ambil bagian. Mereka antara lain Andi RIF, Bilal Indrajaya, The Adams, Candil, Kapal Udara, White Swan, Adikara, Dipha Barus, Jebung, Ramengvrl, dan Cantika.
Rangkaian tersebut resmi dimulai di Jakarta pada 27 Agustus 2026 melalui Legendary Show di Shamrock Tebet. Penampilan Andi RIF dan Bilal Indrajaya dalam satu panggung menjadi pembuka perjalanan BINTANG menuju Pestapora 2026.
Setelah Jakarta, energi musik tersebut diteruskan ke sejumlah kota lainnya dengan menghadirkan musisi dan karakter musik yang berbeda.
Konsep ini sekaligus memberikan kesempatan kepada penikmat musik untuk menikmati pertunjukan langsung, menemukan musisi baru, sekaligus merayakan lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka.
“BINTANG selalu menjadi bagian dari berbagai momen dan pengalaman yang mempertemukan orang-orang. Melalui BINTANG BarSinar di Latihan Pestapora, kami ingin membawa semangat Pestapora lebih dekat kepada para penggemar di berbagai daerah dengan merayakan para musisi, komunitas, dan musik yang terus menghubungkan kita,” ujar Gaby Inkiriwang, Marketing Manager BINTANG, PT Multi Bintang Indonesia Niaga.
Menurut Gaby, pertemuan antara musisi yang telah memiliki tempat dalam perjalanan musik Indonesia dengan talenta-talenta baru menjadi salah satu cara untuk memperluas pengalaman para penggemar.
“Dengan mempertemukan musisi yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia dengan talenta-talenta baru, kami berharap dapat menghadirkan momen-momen baru bagi penggemar untuk menemukan musik yang mereka sukai sekaligus merayakan kekayaan budaya musik Indonesia,” katanya.
Tidak berhenti pada pertunjukan langsung, BINTANG juga membawa atmosfer musik ke aktivitas karaoke. Melalui program Legendary Karaoke, sebanyak 40 outlet di Indonesia menghadirkan pilihan lagu yang telah menemani berbagai kenangan dan momen bersama para penikmat musik.
BINTANG juga menggandeng sejumlah komunitas musik, di antaranya Tonehead, PATS, dan Pon Your Tone. Kolaborasi tersebut dikemas melalui berbagai kegiatan yang merefleksikan karakter, preferensi, serta budaya musik dari masing-masing komunitas.
“Kami mempertemukan musisi dengan karakter dan latar musik yang berbeda agar para penggemar dapat menikmati lagu-lagu yang sudah mereka kenal, menemukan musik baru, dan merasakan keberagaman lanskap musik Indonesia,” tambah Gaby.
Rangkaian BINTANG BarSinar di Latihan Pestapora pun menjadi bagian dari perjalanan menuju Pestapora 2026.
Kehadiran program di lima kota membuat atmosfer festival tidak hanya terasa di lokasi penyelenggaraan, tetapi lebih dulu menyebar ke ruang-ruang musik dan tempat hangout pilihan para penikmat musik.
Bagi penggemar yang ingin mendapatkan informasi terbaru mengenai rangkaian program BINTANG, termasuk BINTANG 5-Star Treatment at Pestapora, informasi dapat diperoleh melalui akun Instagram @birbintangindonesia.
Program BINTANG 5-Star Treatment at Pestapora sendiri menawarkan pengalaman khusus bagi penggemar terpilih berupa tiket festival selama tiga hari, transportasi pulang-pergi, serta akomodasi untuk penggemar terpilih bersama satu orang pendamping.
Dengan rangkaian tersebut, perjalanan menuju Pestapora 2026 tak lagi sekadar menghitung hari. Panggung-panggung kecil di berbagai kota kini menjadi pemantik, sementara musik dan komunitas menjadi penghubung yang membawa semangat Pestapora semakin dekat dengan para penggemarnya.

Tinggalkan Balasan