MAKASSAR, matasulsel.id — Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar prosesi wisuda di Hotel Dalton Makassar, Kamis (20/8/2026). Sebanyak 600 wisudawan dan wisudawati resmi menyandang gelar akademik setelah menyelesaikan masa studi mereka, dalam suasana yang penuh haru dan kebahagiaan.

Rektor UIM, Prof Muhammar Bakry, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ijazah yang dikeluarkan kampusnya kini berada di level menengah ke atas. Ia merujuk pada pemeringkatan lembaga EduRank yang menempatkan UIM di posisi keenam dari 18 universitas besar di Sulawesi Selatan.

“Ijazah yang dikeluarkan oleh lembaga kita ini, UIM sudah berada di level menengah ke atas, bukan menengah ke bawah. Secara peringkat yang dilihat dari lembaga EduRank, UIM berada di urutan keenam dari 18 universitas besar yang ada di Sulawesi Selatan,” ujar Prof Muhammar Bakry.

Ia juga menegaskan bahwa para wisudawan hari ini merupakan lulusan yang telah menempuh proses perjuangan panjang dalam menuntut ilmu.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali, Fatimah Kalla, dalam sambutan terpisah menyebut para wisudawan sebagai sarjana yang merdeka karena ilmu yang selama ini dipelajari kini dituntut untuk dibuktikan manfaatnya di tengah masyarakat.

“Kalian adalah wisudawan yang merdeka, karena hari ini adalah hari ketika ilmu yang selama ini dipelajari mulai dituntut untuk dibuktikan manfaatnya,” kata Fatimah Kalla.

Ia menambahkan, kemampuan memberi manfaat setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik merupakan ciri sarjana yang benar-benar merdeka.

“Itulah yang merupakan sarjana yang merdeka, sarjana yang tidak lagi dalam penjajahan, tetapi ketika ilmu itu sudah bisa bermanfaat di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Koordinator Kopertis Wilayah IX, Hamzah Harum Al Rasyid, mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik yang diraih bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan yang sesungguhnya.

“Kesungguhan dapat mendekatkan sesuatu yang jauh dan bisa membukakan pintu-pintu yang tertutup. Gelar akademik yang saudara sandang hari ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan sebuah awal dari perjalanan yang sesungguhnya,” jelas Hamzah Harum Al Rasyid.

Ia berpesan agar para lulusan UIM tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga mengasah kecerdasan emosional, spiritual, dan sosial untuk menghadapi tantangan di era modern.

“Tantangan di era modern dan masyarakat saat ini menuntut saudara untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, spiritual, dan sosial yang tinggi sebagai lulusan Universitas Islam Makassar,” pungkasnya.