JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Makassar merupakan program prioritas nasional yang harus segera direalisasikan. Hal tersebut disampaikan dalam sidang terbuka Satgas Debottlenecking P2SP di Jakarta, Kamis (7/5/2026), yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Dalam sidang yang disiarkan melalui YouTube IDXChannel tersebut, diputuskan bahwa proyek PSEL Makassar tetap dilanjutkan di kawasan Gudang Eterno, Kecamatan Tamalanrea. Purbaya meminta Pemerintah Kota Makassar mempercepat pembangunan karena lahan dinyatakan sudah tersedia.

“Ini merupakan program utama bapak Presiden jadi saya yang bertanggung jawab. Pak Wali, lahannya sudah tersedia, tinggal jalan. Jangan Pemda nanti kelamaan,” tegas Purbaya kepada Munafri Arifuddin.

Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proyek bersama mitra pelaksana, PT Sarana Utama Synergy (SUS). “Kami lanjutkan dengan PT SUS pak Menteri,” ujar Munafri.

Terkait legalitas, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup memastikan pengadaan proyek dilakukan melalui mekanisme penunjukan langsung sesuai Peraturan Presiden. Proyek ini sendiri merupakan kelanjutan dari perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota Makassar dan Shanghai SUS Environment Co Ltd yang telah diteken pada 24 September 2024 lalu.

Sesuai rencana, proyek ini akan mengolah sampah di kawasan industri Tamalanrea, sekaligus menuntaskan timbunan sampah lama di TPA Antang, yang nantinya akan dialihfungsikan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pihak pelaksana juga telah menyiapkan 15 unit kendaraan untuk mobilisasi sampah.

Pihak Pemkot Makassar memastikan perizinan krusial telah rampung, termasuk Amdal, izin PLN, serta pendampingan hukum dari KPK, BPKP, Kejaksaan, dan Polda Sulsel guna menjamin kelancaran proyek strategis ini.