GOWA, matasulsel.id – Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, menghadiri acara Penamatan Santri Angkatan II jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Tahun Ajaran 2025/2026 di Pondok Pesantren Modern Al Fityan Gowa.
Mengusung tema “Bersama Meniti Jejak, Berpijak Menggapai Cita”, kegiatan ini menjadi momen istimewa yang sarat makna, di mana kehadiran Bupati bukan sekadar sebagai kepala daerah, melainkan juga mewakili orang tua santri yang telah menitipkan harapan besar atas pendidikan dan pembentukan karakter putra-putri terbaik daerah ini di lembaga pendidikan Islam unggulan tersebut.
Dalam sambutannya, Paris Yasir menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan, tenaga pendidik, dan pembina Pondok Pesantren Modern Al Fityan Gowa.
Ia menilai, dedikasi yang ditunjukkan dalam mendidik para santri merupakan sumbangsih nyata bagi masa depan bangsa, karena tidak hanya membekali anak-anak dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak mulia sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat.
“Sebagai orang tua, kami merasa sangat bersyukur dan tenang karena anak-anak kami dididik di lingkungan yang tidak hanya unggul dalam pendidikan formal, tetapi juga sangat kuat dalam pembinaan karakter, akhlak, dan pemahaman agama. Bekal inilah yang menjadi modal paling berharga agar mereka mampu menghadapi tantangan zaman dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sekitar,” ujar H. Paris Yasir dengan penuh haru di hadapan para hadirin, santri, dan keluarga.
Momen kebersamaan dan kebanggaan keluarga semakin terasa pada kesempatan ini, mengingat putra ketiga Bupati Jeneponto, Muhammad Rafif Khalfani Ahza Paris, turut tercatat sebagai salah satu santri yang resmi menamatkan pendidikannya di jenjang MTs setelah menempuh masa pendidikan selama tiga tahun penuh di lingkungan Pondok Pesantren Modern Al Fityan Gowa.
Kehadiran istri Bupati yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Salmawati Paris, serta anggota keluarga lainnya, semakin melengkapi suasana haru dan bahagia, menjadi bukti nyata dukungan penuh terhadap kemajuan dunia pendidikan pesantren di wilayah ini.
Pondok Pesantren Modern Al Fityan Gowa sendiri telah dikenal luas sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam terdepan di Sulawesi Selatan yang menerapkan sistem pendidikan terpadu, yakni mengintegrasikan kurikulum agama dengan pendidikan umum yang relevan dan modern.
Konsep ini dirancang khusus untuk mencetak generasi muslim yang tidak hanya beriman dan bertakwa, tetapi juga berakhlak mulia, berilmu luas, serta memiliki daya saing tinggi hingga ke tingkat nasional maupun internasional. Sebagai bagian dari keunggulannya, para santri juga dibekali kemampuan aktif berbahasa Arab dan Inggris, yang menjadi jembatan penting dalam berkomunikasi dan menyerap wawasan global.
Prestasi gemilang kembali diukir lewat angkatan kedua lulusan ini, menegaskan kualitas pendidikan yang diselenggarakan. Sejumlah santri berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz, sebuah capaian luar biasa yang menjadi kebanggaan tersendiri. Di sisi lain, para lulusan juga mencatatkan kesuksesan akademik dengan diterimanya mereka di berbagai perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri. Keunggulan tidak hanya berhenti di bidang intelektual dan spiritual, namun juga dibuktikan lewat prestasi di bidang olahraga, yang menunjukkan keseimbangan sempurna dalam pembentukan fisik, akal, dan rohani para santri.
Di akhir sambutannya, Paris Yasir menyampaikan pesan mendalam dan harapan besar bagi seluruh santri yang baru saja menamatkan pendidikannya. Ia mengajak mereka untuk tidak berhenti menuntut ilmu, senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman yang telah tertanam, serta membawa nama baik keluarga, masyarakat, dan daerah ke manapun mereka melangkah.
“Semoga para santri yang hari ini kita lepas untuk melangkah ke jenjang kehidupan selanjutnya dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang berintegritas, berakhlak mulia, dan selalu siap memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan umat, bangsa, dan tanah air tercinta,” tutup Paris Yasir. (*)
Penulis : Suryani Hajar

Tinggalkan Balasan