MAKASSAR, MATASULSEL.ID – Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, mengunjungi Sulawesi Selatan untuk memperkuat kemitraan Inggris dan Indonesia di bidang ekonomi hijau, inovasi teknologi, peningkatan keterampilan digital, serta pelestarian lingkungan dan warisan budaya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia melalui berbagai program kolaborasi yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
Selama berada di Sulawesi Selatan, Dominic Jermey bertemu dengan sejumlah pemimpin daerah, peneliti dan akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas), kelompok masyarakat di Kabupaten Maros, serta peserta berbagai program yang didukung Pemerintah Inggris.
Berbagai agenda tersebut menyoroti peran riset, inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan lingkungan dalam menciptakan peluang mata pencaharian yang lebih inklusif sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi rendah karbon.
Tinjau Inovasi Rendah Karbon di Universitas Hasanuddin
Salah satu agenda kunjungan Dubes Inggris adalah meninjau hasil kolaborasi antara Inggris dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melalui Innovation and Technology Fund.
Program tersebut mendukung penelitian dan inovasi untuk mendorong pembangunan rendah karbon, termasuk pengembangan upaya pengolahan limbah organik menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah.
Inisiatif ini menunjukkan bagaimana riset dan pemanfaatan teknologi dapat menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai tambah, misalnya, berpotensi mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan mengurangi limbah yang berakhir di lingkungan.
Kolaborasi antara peneliti, akademisi, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mempercepat penerapan inovasi yang mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi hijau.
Melalui kerja sama tersebut, Inggris dan Indonesia mendorong pengembangan solusi yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Perempuan dan Anak Muda Didorong Kuasai Keterampilan Digital
Selain sektor riset dan teknologi, kunjungan Dominic Jermey juga menyoroti pentingnya peningkatan keterampilan digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap peluang ekonomi.
Dalam agenda tersebut, ia bertemu dengan perempuan, anak muda, dan penyandang disabilitas yang mengikuti program Skills for Inclusive Digital Participation (SIDP).
Program SIDP bertujuan memperkuat inklusi digital melalui pembekalan keterampilan digital dan kewirausahaan. Dengan kemampuan tersebut, peserta diharapkan dapat memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha, memperluas akses pasar, dan menjangkau peluang ekonomi baru.
Program ini didanai oleh Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Inggris (UK FCDO) melalui Digital Access Programme dan diimplementasikan oleh British Council.
Inisiatif tersebut menempatkan keterampilan digital sebagai salah satu aspek penting dalam memperluas partisipasi masyarakat di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
Keterlibatan perempuan, anak muda, dan penyandang disabilitas juga menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat transformasi digital dapat diakses oleh kelompok masyarakat yang beragam.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, program SIDP diharapkan membantu peserta membangun kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja dan perkembangan usaha digital.
Kunjungi Maros, Apresiasi Upaya Masyarakat Melindungi Hutan
Agenda kunjungan juga membawa Dominic Jermey ke Kabupaten Maros untuk melihat langsung upaya masyarakat dalam melindungi hutan dan sumber daya alam sekaligus mengembangkan mata pencaharian yang berkelanjutan.
Salah satu inisiatif yang mendapat perhatian adalah pengembangan ekowisata yang dipimpin perempuan lokal dan didukung Pemerintah Inggris melalui program SETAPAK.
Inisiatif tersebut memperlihatkan bagaimana perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat.
Pengelolaan ekowisata berbasis komunitas berpotensi membuka peluang usaha, memperluas sumber pendapatan, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Peran perempuan dalam pengembangan inisiatif ini juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Melalui dukungan terhadap program berbasis komunitas, kerja sama Inggris dan Indonesia turut mendorong pendekatan pembangunan yang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Warisan Prasejarah Leang-Leang Bertemu Seni dan Sains
Selain ekonomi hijau, keterampilan digital, dan pelestarian lingkungan, kunjungan Dubes Inggris juga menyoroti kekayaan warisan budaya Sulawesi Selatan.
Dominic Jermey mengunjungi Taman Arkeologi Leang-Leang di Maros untuk melihat langsung lukisan cadas prasejarah yang menjadi bagian penting dari kekayaan arkeologi Indonesia dan dunia.
Kunjungan tersebut berkaitan dengan proyek seniman sekaligus fisikawan kuantum asal Inggris, Libby Heaney, yang didukung oleh British Council.
Proyek ini menghubungkan warisan budaya Sulawesi Selatan dengan perkembangan seni, sains, dan inovasi kontemporer. Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi eksplorasi kreatif yang mempertemukan kekayaan sejarah dengan pendekatan ilmiah dan artistik modern.
Taman Arkeologi Leang-Leang menjadi salah satu lokasi penting dalam agenda tersebut karena menyimpan jejak kehidupan manusia prasejarah yang memiliki nilai budaya dan ilmiah.
Melalui kolaborasi seni dan sains, warisan budaya tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi pengembangan gagasan dan inovasi masa kini.
Pendekatan ini sekaligus memperlihatkan potensi kerja sama lintas bidang dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.
Dubes Inggris: Aksi Lokal Bisa Ciptakan Dampak Nyata
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, mengatakan Sulawesi Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan inovasi, pelestarian warisan budaya, dan kepemimpinan masyarakat.
Ia menilai berbagai inisiatif yang dijalankan peneliti, akademisi, perempuan pelaku usaha, anak muda, serta komunitas pelestari lingkungan menunjukkan bahwa langkah-langkah di tingkat lokal dapat memberikan dampak nyata.
“Sulawesi Selatan merupakan rumah bagi inovasi, warisan budaya, dan kepemimpinan masyarakat. Dari para peneliti dan akademisi yang mengembangkan dan mengimplementasikan solusi rendah karbon, perempuan yang berwirausaha serta membangun usaha baru, hingga komunitas yang melindungi lingkungan alam mereka, saya melihat berbagai contoh inspiratif tentang bagaimana aksi lokal dapat menciptakan dampak nyata,” kata Dominic Jermey.
Ia menegaskan, Inggris bangga menjalin kemitraan dengan Sulawesi Selatan untuk mendukung pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan, inklusivitas, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Inggris bangga bermitra dengan Sulawesi Selatan dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih sejahtera,” ujarnya.
Perkuat Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia
Kunjungan Dominic Jermey mencerminkan komitmen Inggris untuk memperkuat kerja sama dengan Sulawesi Selatan melalui kolaborasi praktis yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Mulai dari penelitian dan inovasi rendah karbon, peningkatan keterampilan digital, pemberdayaan perempuan, pengembangan mata pencaharian berkelanjutan, hingga pelestarian warisan budaya, berbagai inisiatif tersebut diarahkan untuk menciptakan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia, dengan menempatkan pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan hijau sebagai bidang penting dalam hubungan kedua negara.
Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi pelaksana program, dan komunitas lokal, kemitraan Inggris dan Sulawesi Selatan diharapkan terus membuka ruang bagi inovasi serta peluang ekonomi yang lebih inklusif.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada investasi dan kemajuan teknologi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi, berinovasi, dan menjaga sumber daya alam serta warisan budaya bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan