lMAKASSAR – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menyusul maraknya perkelahian antarkelompok warga, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga berbagai tindak kriminalitas di Makassar dan sekitarnya.
Ajakan tersebut disampaikan Awal Chairuddin saat bersilaturahmi sekaligus memberikan tausiah dan pesan kamtibmas kepada jamaah Salat Subuh di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian. Keterlibatan masyarakat, keluarga, tokoh agama, pihak sekolah, serta perangkat lingkungan sangat dibutuhkan untuk mencegah berbagai persoalan sosial.
Menurutnya, program Polisi Bersama Masyarakat yang digalakkan Polri menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mengidentifikasi serta menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.
“Polisi tidak bisa berdiri sendiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di sekitarnya. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan memberikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas,” pesannya.
Soroti Tawuran dan Kenakalan Remaja
Kapolda mengungkapkan, perkelahian antarkelompok warga di Makassar dalam beberapa waktu terakhir kerap dipicu persoalan sepele. Salah satunya, suara kendaraan bermotor yang dianggap mengganggu kenyamanan warga.
Persoalan tersebut, apabila tidak dikelola dengan baik, dapat berkembang menjadi bentrokan yang menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi.
Ia juga menyoroti keterlibatan anak-anak berusia sekitar 12 hingga 16 tahun dalam sejumlah aksi perkelahian. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena sebagian pelaku masih berada pada usia sekolah.
Menurut Awal, pencegahan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan aktif orang tua, sekolah, dan masyarakat. Pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari, perlu diperkuat agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko.
Ia mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, termasuk melaporkan dugaan pembuatan atau perdagangan busur dan anak panah yang berpotensi digunakan dalam aksi kekerasan.
Informasi tersebut dapat disampaikan kepada kepolisian maupun unsur keamanan dan pemerintahan setempat, termasuk TNI, pemerintah kelurahan, RT, dan RW.
Narkoba dan Penipuan Jadi Perhatian
Selain kenakalan remaja, Kapolda turut menyoroti penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang dinilai dapat memicu persoalan sosial serta tindak kriminal lainnya.
Ia menjelaskan, ketergantungan terhadap narkoba berpotensi mendorong seseorang melakukan berbagai tindakan melanggar hukum untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk pencurian dan penjambretan.
Karena itu, pemberantasan narkoba perlu dilakukan secara bersama-sama melalui penegakan hukum, pencegahan, edukasi, serta kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan, khususnya yang menawarkan hadiah dengan meminta pembayaran biaya administrasi.
Menurutnya, pelaku penipuan kerap mengirimkan pesan kepada banyak nomor telepon secara acak dengan nominal permintaan uang yang relatif kecil. Modus tersebut dapat membuat masyarakat lengah karena nilai yang diminta dianggap tidak terlalu besar.
Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, tidak sembarangan mentransfer uang, serta memastikan kebenaran setiap tawaran hadiah maupun informasi lowongan pekerjaan.
Ia turut menyinggung bahaya penggunaan bom ikan yang tidak hanya merusak ekosistem laut, tetapi juga mengancam keselamatan nelayan.
Menurutnya, diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat untuk mencegah praktik tersebut sekaligus mendorong penggunaan metode penangkapan ikan yang lebih aman.
Polisi Buka Ruang bagi Informasi dan Kritik Masyarakat
Dalam tausiah tersebut, Awal juga mengajak masyarakat tidak bersikap acuh terhadap persoalan yang terjadi di sekitarnya.
Ia mencontohkan kebiasaan melawan arus lalu lintas yang masih ditemukan di sejumlah ruas jalan di Makassar.
Menurutnya, masyarakat dapat mengambil peran dengan saling mengingatkan secara santun demi keselamatan bersama.
Kapolda mendorong masyarakat menyampaikan informasi mengenai dugaan peredaran minuman keras ilegal, penyalahgunaan narkoba, tindak kriminalitas, maupun perilaku lain yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan masukan terkait pelayanan maupun perilaku anggota kepolisian yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan serta memperkuat upaya pencegahan kejahatan.
Kapolda turut menyinggung program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya yang dapat mendukung pembinaan anak-anak yang terlibat dalam kenakalan remaja, terutama mereka yang mengalami persoalan pendidikan.
Ia berharap penanganan terhadap anak-anak tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memperbaiki masa depan melalui pendidikan dan pembinaan.
Yayasan Al-Markaz Dukung Tugas dan Tanggung Jawab Kapolda
Sementara itu, Ketu Harian Yayasan Masjid Al-Markaz Al-Islami, Prof. Mustari Mustafa, menyampaikan dukungan terhadap tugas dan tanggung jawab Kapolda Sulawesi Selatan dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Mustari menegaskan, pihak yayasan sangat mendukung dan menyokong pelaksanaan tugas Kapolda, terlebih berbagai persoalan yang disampaikan dalam tausiah tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, pesan yang disampaikan Kapolda bukan hanya merupakan bentuk pelaksanaan tugas maupun kepedulian terhadap kondisi sosial, tetapi juga menyangkut tanggung jawab bersama dalam menjaga ketenteraman dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Dukungan tersebut dinilai penting karena persoalan keamanan dan ketertiban tidak dapat diselesaikan hanya oleh aparat penegak hukum.
Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, lembaga pendidikan, keluarga, dan organisasi kemasyarakatan.
Melalui momentum silaturahmi di Masjid Al-Markaz Al-Islami, diharapkan terbangun kesadaran kolektif untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan, membina generasi muda, serta memperkuat budaya saling mengingatkan di tengah masyarakat.
Kapolda berharap masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama, sehingga keamanan dan ketenteraman dapat diwujudkan mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat yang lebih luas. (*)

Tinggalkan Balasan