MAKASSAR — Sebanyak 70 siswa jurusan Pemasaran SMK Negeri 1 Pangkep mendapat kesempatan melihat langsung bagaimana teori pemasaran diterapkan di dunia industri. Bersama 12 guru pendamping, mereka mengikuti kunjungan industri ke Yamaha Makassar, Selasa (6/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi para siswa untuk keluar sejenak dari ruang kelas dan mengenal lebih dekat budaya kerja, operasional bisnis, hingga strategi pemasaran di industri otomotif.
SMKN 1 Pangkep sendiri merupakan salah satu SMK binaan Yamaha. Melalui program ini, Yamaha berupaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Rangkaian kunjungan berlangsung di dua lokasi, yakni Gedung Main Dealer Suraco Building dan Sentral Yamaha Makassar. Kegiatan dibuka oleh manajemen PT Suracojaya Abadimotor (PT SJAM) dan difasilitasi langsung oleh tim Yamaha Institute.
Di hadapan para siswa, tim Yamaha memberikan materi yang berkaitan langsung dengan kompetensi yang mereka pelajari di jurusan Pemasaran.
Materi tersebut meliputi pengenalan lini produk Yamaha, strategi pemasaran, alur proses penjualan, hingga sistem layanan purna jual atau after sales service.
Tak sekadar menerima materi, para siswa juga diajak melihat bagaimana proses bisnis berjalan di lingkungan industri otomotif.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai berbagai kompetensi yang dibutuhkan ketika mereka nantinya memasuki dunia kerja.
Materi yang disampaikan juga disesuaikan dengan kurikulum jurusan Pemasaran di SMKN 1 Pangkep. Dengan begitu, siswa dapat menghubungkan teori yang selama ini dipelajari di sekolah dengan praktik nyata di lapangan.
Manager HR, Business Support & Education Department PT SJAM, Ulfa Suryani, mengatakan kunjungan industri memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman yang lebih konkret kepada siswa mengenai dunia kerja profesional.
“Kunjungan industri ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja profesional kepada para siswa. Melalui pengamatan lapangan secara langsung, para peserta tidak hanya memahami konsep teori pemasaran, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan wawasan kompetensi yang relevan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri saat ini,” jelas Ulfa.
Menurutnya, interaksi langsung dengan lingkungan industri dapat menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Bagi Yamaha, keterlibatan dalam kegiatan pendidikan vokasi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan standar dan budaya kerja industri sejak bangku sekolah.
Para siswa tidak hanya dikenalkan dengan produk, tetapi juga diajak memahami bahwa aktivitas pemasaran di industri otomotif memiliki rangkaian proses yang saling berkaitan, mulai dari mengenali kebutuhan konsumen, menawarkan produk, menjalankan proses penjualan, hingga memastikan konsumen memperoleh layanan setelah pembelian.
Kegiatan tersebut sekaligus membuka wawasan siswa mengenai peluang karier di sektor otomotif, khususnya pada bidang pemasaran, penjualan, layanan pelanggan, dan operasional bisnis.
Melalui kunjungan industri ini, Yamaha berharap para siswa SMKN 1 Pangkep dapat membawa pulang pengalaman praktis yang melengkapi pembelajaran di sekolah.
Kolaborasi antara SMK dan industri dinilai penting agar lulusan pendidikan vokasi tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami karakter, kompetensi, dan budaya kerja yang dibutuhkan ketika terjun ke dunia profesional.

Tinggalkan Balasan