JENEPONTO — Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) resmi bergulir di Kabupaten Jeneponto. Kegiatan Training of Trainer (ToT) Eksplorasi AI untuk Merancang Pembelajaran yang Siap Masa Depan menjadi momentum kebangkitan guru-guru PGRI dalam menghadapi tantangan era digital pendidikan.

Hari pertama ToT dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Basri, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru harus berdiri di garda terdepan dalam menguasai teknologi.

“AI bukan ancaman, melainkan peluang. Guru yang menguasai teknologi akan melahirkan generasi yang siap bersaing di masa depan,” tegas Basri.

Peserta kegiatan merupakan utusan dari PGRI cabang yang tersebar di 11 kecamatan dan 1 Cabang Khusus. Cabang Khusus sendiri diikuti langsung oleh Sekretaris PGRI Cabang Khusus, Salihuddin, S.Ag., H.Q., C.ET., bersama Wakil Sekretaris, Ratna Syam, S.Pt., M.M. Total keseluruhan peserta yang mendaftar pada panitia mencapai 67 orang guru.

Setelah pembukaan, sesi pertama langsung dipandu oleh Zilkifli T, S.Ag., trainer andalan yang membawakan materi “AI dalam Pembelajaran”. Dengan gaya interaktif, ia mengajak peserta memahami bagaimana kecerdasan buatan dapat memperkaya metode mengajar, mempercepat akses informasi, dan mempersonalisasi pengalaman belajar siswa.

Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan akun Copilot Chat, sebagai langkah awal guru mengenal dan memanfaatkan teknologi AI dalam keseharian pembelajaran. Suasana aula Disdikbud Jeneponto terasa hidup, penuh antusiasme para peserta yang rata-rata membawa laptop untuk langsung mencoba fitur-fitur AI.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, 6–7 Oktober 2026, dengan agenda eksplorasi Copilot Chat dan Copilot Agent, serta presentasi peserta. Panitia menegaskan bahwa ToT ini bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan kolektif untuk melahirkan guru-guru yang siap menghadapi revolusi pendidikan berbasis teknologi.

Gelombang semangat dari Jeneponto ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain, bahwa guru Indonesia mampu berdiri tegak melawan ketertinggalan digital dan mengawal transformasi pendidikan menuju masa depan. (*)