MAKASSAR – Seberapa siap sebuah organisasi menghadapi situasi darurat sekaligus menjaga operasional tetap berjalan saat terjadi gangguan? Pertanyaan itu diuji PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui simulasi tanggap darurat dan Business Continuity Management System (BCMS) di Kantor PLN UIP Sulawesi, Makassar, Senin (5/10/2026).

 

Simulasi tersebut tidak sekadar menguji prosedur di atas kertas. PLN UIP Sulawesi menguji langsung kecepatan respons, koordinasi antarunit, proses evakuasi, komunikasi krisis, penanganan korban hingga kesiapan memulihkan proses bisnis ketika kondisi darurat terjadi.

 

Sejumlah skenario disiapkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari gangguan keamanan, kebakaran, evakuasi dan penanganan korban, hingga ancaman benda mencurigakan.

 

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat harus diuji secara berkala agar seluruh personel tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga mampu mengambil tindakan secara tepat ketika situasi sebenarnya terjadi.

 

“Kesiapan menghadapi kondisi darurat tidak cukup hanya dengan memiliki prosedur, tetapi perlu diuji melalui simulasi agar setiap personel memahami perannya dan mampu mengambil tindakan yang tepat. Pada saat yang sama, kami juga harus memastikan proses bisnis tetap dapat berjalan dan dipulihkan dengan cepat ketika terjadi gangguan,” ujar Aditya.

 

Dalam simulasi tersebut, sejumlah unsur dilibatkan untuk menjalankan fungsi masing-masing sesuai skenario yang telah ditetapkan.

 

Tim keamanan, Emergency Response Team (ERT), petugas Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), jajaran manajemen, Crisis Management Team (CMT), Business Recovery Team (BRT), Business Process Owner (BPO), hingga kepolisian dan instansi terkait turut mengambil bagian dalam pelaksanaan simulasi.

 

Setiap tim dituntut bergerak sesuai peran dan tanggung jawabnya. Mulai dari mendeteksi dan mengamankan situasi, melakukan komunikasi, mengevakuasi personel, memberikan pertolongan, hingga memastikan proses pemulihan dapat dilakukan setelah kondisi darurat berhasil dikendalikan.

 

Penerapan BCMS menjadi bagian penting dalam simulasi tersebut. Sistem ini tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan perusahaan menghadapi keadaan darurat, tetapi juga memastikan fungsi-fungsi bisnis yang terdampak dapat dipulihkan sehingga gangguan tidak berkembang menjadi hambatan berkepanjangan terhadap operasional perusahaan.

 

Aditya menegaskan, ketahanan organisasi dalam menghadapi kondisi darurat sangat bergantung pada koordinasi dan kesiapan seluruh personel.

 

“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh unsur memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat. Evaluasi dari kegiatan ini akan menjadi bahan perbaikan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan ketahanan operasional PLN UIP Sulawesi,” tambahnya.

 

Menurutnya, simulasi juga menjadi ruang evaluasi untuk melihat sejauh mana prosedur yang telah disiapkan dapat diterapkan secara efektif di lapangan.

 

Setiap temuan selama simulasi akan menjadi bahan pembelajaran untuk mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat, baik dari sisi koordinasi, komunikasi, kecepatan respons maupun mekanisme pemulihan proses bisnis.

 

Langkah tersebut dinilai penting mengingat PLN UIP Sulawesi memiliki peran dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Keberlangsungan proses kerja menjadi salah satu faktor penting agar agenda pembangunan dapat terus berjalan meski organisasi menghadapi gangguan operasional.

 

Melalui penguatan BCMS dan pelaksanaan simulasi secara berkelanjutan, PLN UIP Sulawesi berupaya membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan kerja.

 

Bukan hanya bagaimana menghadapi keadaan darurat, tetapi juga bagaimana memastikan organisasi mampu bangkit dan kembali menjalankan fungsi bisnis setelah gangguan terjadi.

 

Dengan pendekatan tersebut, kesiapsiagaan tidak berhenti pada respons ketika krisis muncul. Evaluasi dan pemulihan menjadi bagian dari satu rangkaian untuk memperkuat ketahanan operasional perusahaan.

 

PLN UIP Sulawesi pun menegaskan komitmennya untuk menjaga operasional tetap aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat terus berjalan menghadapi berbagai potensi gangguan.