Makassar – Pasar Pabaeng Baeng, Makassar, bakal disulap menjadi pusat kegiatan Festival Pasar Rakyat pada 7-8 November mendatang.

Tak sekadar menghadirkan hiburan, kegiatan yang digagas Adira Finance bersama Sokoguru Media UMKM Indonesia itu juga membawa program pembinaan bagi pedagang hingga revitalisasi sejumlah fasilitas pasar.

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief.

Ia menilai Festival Pasar Rakyat menjadi momentum untuk kembali menghidupkan geliat pasar tradisional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pedagang dan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi rencana kerja sama ini. Insyaallah Pasar Pabaeng Baeng nantinya akan disulap menjadi tempat Festival Pasar Rakyat yang megah dan tentunya memberikan dampak positif bagi pedagang dan masyarakat,” kata Ali saat menerima kunjungan CEO Sokoguru Media UMKM Indonesia, Nuari Hadian, bersama tim.

Ali juga menyampaikan terima kasih kepada Adira Finance dan Sokoguru yang telah memilih Pasar Pabaeng Baeng sebagai lokasi pelaksanaan festival.

“Terima kasih yang tak terhingga. Semoga ini berjalan dengan baik dan lancar di bulan November nanti,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ali didampingi Kabag Umum, Kabag Kerja Sama, dan Kabag Perencanaan Perumda Pasar Makassar.

Rombongan kemudian meninjau langsung kawasan Pasar Pabaeng Baeng Timur yang akan menjadi lokasi utama festival.

36 Pedagang Bakal Dibina Selama Tiga Bulan

CEO Sokoguru Media UMKM Indonesia, Nuari Hadian, mengatakan Festival Pasar Rakyat merupakan bagian dari program CSR bersama Adira Finance untuk mengembalikan semangat masyarakat beraktivitas dan berbelanja di pasar rakyat.

“Ini sebenarnya kampanye CSR kami dengan Adira untuk membangun kembali semangat pasar rakyat menjadi ramai kembali,” kata Nuari.

Program tersebut telah memasuki tahun ketiga. Setelah sebelumnya digelar di sejumlah kota di Pulau Jawa dan Sumatera, tahun ini Festival Pasar Rakyat menyasar tiga kota di Sulawesi, yakni Gorontalo, Makassar, dan Palu.

Khusus di Makassar, festival akan berlangsung di Pasar Pabaeng Baeng pada 7-8 November.

Namun, festival tersebut bukan sekadar acara seremonial. Sebanyak 36 pedagang Pasar Pabaeng Baeng akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan selama tiga bulan agar usaha mereka dapat berkembang dan naik kelas.

Pendampingan diberikan secara gratis, mulai dari literasi keuangan, penguatan mindset usaha, digitalisasi, hingga cara mengelola usaha yang lebih sehat. Para pedagang juga akan difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi halal secara gratis.

Salah satu materi yang diberikan adalah pemanfaatan WhatsApp Business sebagai sarana pemasaran.

“Walaupun mereka punya lapak di pasar, ketika siang hari mereka bisa berjualan secara online. Itu yang kita harapkan,” jelas Nuari.

Menurutnya, pengelolaan keuangan juga menjadi persoalan yang masih banyak dihadapi pedagang. Tidak sedikit pelaku usaha yang masih mencampurkan uang modal dengan kebutuhan pribadi.

Karena itu, melalui program Sahabat Pasar Adira, pedagang akan mendapatkan pendampingan agar lebih memahami pengelolaan keuangan, pemasaran digital, hingga pengembangan usaha.

Toilet dan Musala Pasar Ikut Direvitalisasi

Program Festival Pasar Rakyat juga menyentuh aspek kenyamanan pengunjung.

Adira Finance dan Sokoguru akan memberikan bantuan revitalisasi sejumlah fasilitas umum di Pasar Pabaeng Baeng. Di antaranya perbaikan toilet dan musala, pengecatan tembok, pembuatan mural, serta penyediaan tempat sampah terpilah.

“Kita ingin bagaimana pengunjung juga datang ke pasar itu nyaman. Dua fasilitas itu yang akan kita berikan bantuan, yaitu toilet dan musala,” kata Nuari.

Selain fasilitas umum, area pasar juga akan ditata melalui pemasangan zonasi pedagang sehingga aktivitas jual beli diharapkan menjadi lebih teratur.

Dua Hari Penuh Hiburan dan Layanan Gratis

Puncak program akan digelar melalui Festival Pasar Rakyat selama dua hari.

Sejumlah kegiatan telah disiapkan, mulai dari panggung hiburan, games, lomba, pameran, olahraga, kerja bakti membersihkan pasar, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi pedagang.

Festival juga akan diisi edukasi safety riding, edukasi kesehatan, kampanye lingkungan “Sayangi Bumiku”, serta pameran inklusi keuangan.

Dengan konsep tersebut, festival diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang edukasi sekaligus mempertemukan pedagang dengan berbagai layanan yang dapat membantu pengembangan usaha mereka.

Anak Sekolah Diajak Kembali Mengenal Pasar

Salah satu agenda yang tak kalah menarik adalah program Generasi Anak Sayang Pasar.

Melalui program ini, anak-anak sekolah di sekitar Pasar Pabaeng Baeng akan diajak berkunjung dan mengenal lebih dekat aktivitas pasar rakyat.

Mereka akan mendapatkan edukasi melalui storytelling, diajak berbelanja langsung di pasar, serta mengikuti lomba mewarnai.

“Kita melihat anak-anak sekarang sudah tidak sama sekali menyentuh pasar. Kita bikin kampanye kecil supaya generasi sekarang juga tetap mengenal pasar,” ungkap Nuari.

Kampanye keberlanjutan juga akan hadir melalui penampilan dengan kostum berbahan daur ulang.

“Jadi kegiatan ini benar-benar kita rancang secara bersinergi semuanya,” katanya.

Adira Finance dan Sokoguru berharap dampak program tersebut tidak berhenti setelah festival berakhir. Pembinaan pedagang, perbaikan fasilitas, penataan pasar, serta kampanye untuk mengenalkan pasar kepada generasi muda diharapkan dapat membentuk ekosistem pasar rakyat yang lebih nyaman dan adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen.

“Kami mengusung tagline Sahabat Pasar Adira. Jadi nantikan kami dan jangan lewati keseruan ini,” pungkas Nuari.