BANTAENG – Dosen Jurusan Pariwisata dan Perhotelan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar (UNM), menggelar kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Bantaeng bertema “Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai Media Inovatif Pembelajaran Berbasis Literasi Digital” di Dampang, Kelurahan Gantarangkeke, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, jum’at(04/09/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 2 September 2026 ini diikuti oleh 17 orang guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan melibatkan tim dosen, yakni Ir. Wardimansyah Ridwan, S.Pd., M.Pd. selaku ketua tim, bersama dua anggota, Syarifah Suryana, S.Pd., M.Pd. dan Fitry Purnamasari, S.P., M.Sc.

Program tersebut hadir sebagai respons atas kebutuhan guru MI dalam mengadaptasi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke dalam proses pembelajaran, sekaligus memperkuat kemampuan literasi digital di kalangan tenaga pendidik.

Pelatihan dibuka dengan materi “Konsep Dasar & Etika Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Digital”, yang membekali peserta dengan pemahaman mendasar mengenai cara kerja AI serta prinsip etis dalam penggunaannya di ruang kelas. Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik bertajuk “Praktik Penggunaan Tools AI untuk Pembuatan Media Visual & Bahan Ajar”, di mana para guru diajak langsung mencoba berbagai perangkat berbasis AI untuk menyusun media visual dan bahan ajar yang lebih menarik dan interaktif. Selanjutnya, peserta memperoleh materi “Pengembangan Template Media Pembelajaran Interaktif” yang mengarahkan guru untuk mampu merancang sendiri template pembelajaran yang dapat digunakan secara berkelanjutan di kelas masing-masing.

Ketua tim PKM, Wardimansyah Ridwan, menyampaikan pentingnya bagi guru untuk mengetahui dan memahami penggunaan AI dalam dunia pendidikan, mengingat perkembangan teknologi tersebut kini semakin masif dan tidak dapat dihindari dalam proses pembelajaran.

“Guru harus mengetahui dan memahami penggunaan AI, karena teknologi ini akan terus berkembang dan pada akhirnya akan bersentuhan langsung dengan proses belajar-mengajar di kelas. Jika guru tidak dibekali pemahaman yang tepat, dikhawatirkan pemanfaatan AI justru akan disalahgunakan atau tidak optimal dalam mendukung pembelajaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguasaan AI oleh guru bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan menjadi bekal penting agar pembelajaran yang dihasilkan tetap relevan, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital saat ini.

Salah satu peserta, Andi Muhammad Syahrul Hamsah, S.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas pelatihan yang diberikan. Ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru terkait pemanfaatan AI yang sebelumnya belum pernah didapatkan, dan berharap ilmu tersebut dapat segera diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Pendekatan pelatihan yang digunakan menggabungkan pemaparan konsep dengan praktik langsung, sehingga peserta dapat langsung mencoba dan menerapkan tools AI yang diperkenalkan selama kegiatan berlangsung.

Tim PKM berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi guru-guru MI di Gantarangkeke untuk terus mengembangkan kompetensi digitalnya, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata dosen Jurusan Pariwisata dan Perhotelan, Fakultas Teknik UNM dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat berbasis penguatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di dunia pendidikan.