MAKASSAR – Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan inovasi sistem penghantaran obat untuk mendukung terapi tuberkulosis meningitis (TBM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Penelitian ini dilakukan oleh tim yang diketuai Wa Ode Nazwa Nurul Khatimah, bersama Aliah Nur Syafitri, Nadiah Rahmarizany Mustafa, Nurhikma, dan Immanuel Sandra Rantekata sebagai anggota, di bawah bimbingan Dewi Purwaningsih, S.Si., M.S.Farm., Apt, senin(01/08/2026).
Inovasi yang dikembangkan berupa PZA-NLC-TSG, yaitu sistem penghantaran pirazinamid (PZA) menggunakan Nanostructured Lipid Carrier (NLC) yang dikombinasikan dengan Thermosensitive In Situ Gel (TSG). Sistem tersebut dirancang untuk menghantarkan obat melalui rute transnasal, yaitu pemberian melalui hidung dengan tujuan mendukung penghantaran obat menuju otak.
TB meningitis merupakan infeksi tuberkulosis yang menyerang sistem saraf pusat. Salah satu tantangan dalam pengobatannya adalah memastikan obat dapat mencapai jaringan otak sebagai lokasi infeksi. Pirazinamid merupakan salah satu obat antituberkulosis yang digunakan dalam pengobatan TB, termasuk dalam terapi TB meningitis.
Dalam penelitian ini, NLC digunakan sebagai pembawa pirazinamid, sedangkan TSG berfungsi membantu mempertahankan sediaan pada mukosa hidung. Formulasi diberikan melalui hidung dalam bentuk cair dan dirancang berubah menjadi gel ketika mencapai suhu tubuh.
Perubahan tersebut diharapkan dapat memperpanjang waktu kontak sediaan dengan mukosa hidung sehingga mendukung proses penghantaran obat. Rute transnasal juga dipilih karena terdapat jalur olfaktorius dan trigeminal yang memiliki hubungan dengan sistem saraf pusat.
Melalui kombinasi NLC dan TSG, PZA-NLC-TSG dikembangkan sebagai salah satu pendekatan brain drug delivery yang diharapkan dapat membantu meningkatkan penghantaran pirazinamid menuju jaringan otak.
Pengembangan inovasi ini merupakan bagian dari upaya tim mahasiswa Fakultas Farmasi Unhas dalam menghasilkan teknologi penghantaran obat yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung terapi tuberkulosis meningitis.
Penelitian PZA-NLC-TSG diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan sistem penghantaran pirazinamid melalui rute transnasal serta membuka peluang penelitian

Tinggalkan Balasan