MAKASSAR – Makassar kembali didorong menjadi salah satu pusat lahirnya gagasan dan kolaborasi kepemimpinan di Indonesia Timur.
Semangat tersebut mengemuka dalam audiensi Makassar Leadership Summit (MLS) 2026 bersama Pemerintah Kota Makassar, yang diterima langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Selasa, 1 September 2026.
Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah MLS 2026 memperluas ruang dialog dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta komunitas profesional.
Forum tersebut diharapkan mampu mempertemukan berbagai perspektif untuk melahirkan gagasan strategis yang dapat diterjemahkan menjadi transformasi nyata bagi organisasi maupun masyarakat.
Makassar Leadership Summit 2026 dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, di Hotel Claro Makassar, Sandeq Ballroom.
Forum ini menyasar para business owners, CEO dan jajaran direksi, HR leaders serta eksekutif senior perusahaan, komunitas profesional dan emerging leaders, hingga public leaders dan akademisi.
Ketua Panitia Makassar Leadership Summit 2026, Fauziah Zulfitri, mengatakan MLS 2026 dirancang bukan sekadar sebagai forum berbagi pengetahuan, tetapi sebagai ruang perjumpaan bagi para pemimpin dari berbagai sektor untuk memperluas cara pandang dan membangun koneksi strategis.
“Kami percaya kepemimpinan yang relevan lahir dari kemampuan untuk melihat lebih jauh dari batas organisasi sendiri. MLS 2026 ingin mempertemukan pemimpin dengan perspektif yang mungkin berbeda dari kesehariannya, karena dari perjumpaan itulah kita dapat menemukan cara pandang baru, membangun koneksi, dan mengubah gagasan menjadi dampak,” ungkap Fauziah.
Menurutnya, tantangan kepemimpinan saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi mengubah pola kerja, tuntutan keberlanjutan ikut memengaruhi proses pengambilan keputusan, sementara ketidakpastian bisnis menuntut organisasi memiliki ketangguhan yang lebih kuat.
Karena itu, kepemimpinan tidak lagi cukup dimaknai sebatas kemampuan mengarahkan organisasi.
Seorang pemimpin dituntut mampu membaca perubahan, mempertemukan berbagai kepentingan dan perspektif, sekaligus mengambil keputusan yang mampu menjawab kebutuhan yang lebih luas.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya kepemimpinan yang mampu menjembatani berbagai sektor dalam menghadapi tantangan pembangunan.
“Kepemimpinan hari ini membutuhkan kemampuan untuk melihat persoalan secara lebih luas. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi. Ketika berbagai kekuatan ini dipertemukan dalam satu ruang dialog, kita memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan gagasan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Munafri.
Perspektif tersebut kemudian diterjemahkan MLS 2026 melalui empat tema utama, yakni People, Technology, Resilience, dan Sustainability.
Perspektif People menempatkan kepercayaan, empati, psychological safety, dan employee engagement sebagai fondasi kepemimpinan yang berpusat pada manusia.
Sementara Technology mengangkat isu literasi kecerdasan buatan, work redesign, etika digital, serta pentingnya mempertahankan human touch di tengah percepatan teknologi.
Adapun Resilience menempatkan strategi pengelolaan manusia sebagai bagian dari strategi bisnis, termasuk leadership agility dan manajemen krisis.
Sedangkan Sustainability membawa pembahasan mengenai ESG, risiko iklim, dan tata kelola yang bertanggung jawab.
MLS 2026 merupakan kelanjutan dari Makassar Leadership Summit 2023 yang sebelumnya menghadirkan lebih dari 20 pembicara nasional dan diikuti lebih dari 1.000 peserta.
Pada 2026, tiga organisasi, yakni PMSM, GNIK, dan APINDO, kembali bersatu menghadirkan MLS sebagai ruang perjumpaan pemimpin lintas sektor di Indonesia Timur.
Sejumlah pemimpin nasional dan industry visionaries juga dijadwalkan hadir dalam MLS 2026. Di antaranya H.M. Jusuf Kalla, Munafri Arifuddin, Hendra Lembong selaku Presiden Direktur BCA, Heriyanto Agung Putra selaku Chief Human Capital Officer PT Vale Indonesia, Tommy Wattimena selaku President Director Great Giant Foods, Risman Adnan selaku Chief Technology Officer Paragon, Dudi Arisandi selaku Chief People Officer Tiket.com, Imelda Jusuf Kalla selaku Finance & Legal Director of Kalla, Prof. Yasserly selaku Menteri Ketenagakerjaan RI, Isdar Andre M selaku President Director Mercer Indonesia, David Tjokrorahardjo selaku President Maxwell Leadership Indonesia, Irfan Saputra selaku Former CEO Garuda Indonesia, Agus Dwi Handaya selaku Managing Director Human Capital Danantara Asset Management, serta Yunus Trionggo selaku HR & GA Director PT Bridgestone Tire Indonesia sekaligus Ketua Umum GNIK. Sejumlah nama lainnya masih berstatus to be confirmed.
Mengusung semangat “Let’s Build Impact Together,” MLS 2026 ingin memperluas percakapan mengenai sosok pemimpin yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan.
Bukan hanya pemimpin yang mampu bertahan di tengah perubahan, tetapi pemimpin yang mampu memahami manusia, memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan sisi kemanusiaan, membangun ketahanan organisasi, serta mengambil keputusan dengan mempertimbangkan keberlanjutan.
Melalui forum tersebut, MLS 2026 berharap para pemimpin dari berbagai sektor tidak hanya bertukar gagasan, tetapi juga membawa pulang perspektif baru yang dapat diterjemahkan menjadi aksi dan kolaborasi nyata bagi kemajuan Indonesia Timur.

Tinggalkan Balasan