MAKASSAR – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mengoptimalkan penyaluran LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Sulawesi Selatan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, meningkatnya kebutuhan LPG 3 kg di sejumlah wilayah dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas sektor pertanian, khususnya pada musim kemarau yang mendorong bertambahnya kebutuhan energi untuk operasional pertanian.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina melakukan extra dropping LPG 3 kg dengan penambahan pasokan hingga 34% dari rerata penyaluran harian di wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan, yaitu Kabupaten Bone, Sidenreng Rappang (Sidrap), Soppeng, dan Wajo.

Sales Branch Manager VI Gas Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Wahyu Purwatmo Budi Utomo, menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan LPG 3 kg di Kabupaten Bone dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas sektor pertanian pada musim kemarau.

“Berdasarkan pemantauan kami, kebutuhan LPG 3 kg di Kabupaten Bone mengalami peningkatan seiring meningkatnya aktivitas sektor pertanian. Untuk menjaga ketersediaan stok bagi masyarakat yang berhak, Pertamina melakukan optimalisasi penyaluran melalui extra dropping sebesar 34% dari rerata penyaluran harian di Kabupaten Bone serta terus berkoordinasi dengan agen dan pangkalan agar distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Sales Branch Manager VII Gas Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mulian Pratama, mengatakan Pertamina juga melakukan optimalisasi penyaluran di wilayah Sidrap, Soppeng, dan Wajo berdasarkan hasil monitoring kebutuhan di lapangan.

“Pertamina terus melakukan monitoring bersama agen dan pangkalan resmi di wilayah Sidrap, Soppeng, dan Wajo. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat di beberapa wilayah tersebut, kami melakukan penambahan pasokan secara terukur agar distribusi LPG 3 kg tetap berjalan lancar, kebutuhan masyarakat yang berhak dapat terpenuhi, dan ketersediaan stok di lapangan tetap terjaga,” ujar Mulian.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli LPG subsidi melalui pangkalan resmi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying karena Pertamina terus melakukan optimalisasi penyaluran LPG 3 kg sesuai kebutuhan di lapangan. Masyarakat juga diharapkan membeli LPG subsidi melalui pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah,” jelas Lilik.

Lilik juga mengingatkan bahwa LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak sesuai ketentuan pemerintah.

Sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Migas Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022, penggunaan LPG 3 kg tidak diperbolehkan untuk usaha restoran, hotel, usaha binatu (laundry), usaha batik, usaha peternakan, usaha pertanian (di luar ketentuan yang diatur pemerintah), usaha tani tembakau, serta usaha jasa las.

Khusus pemanfaatan LPG 3 kg di sektor pertanian yang masih diperbolehkan sesuai ketentuan, penggunaannya hanya diperuntukkan bagi petani sasaran yang telah terdaftar dalam Daftar Penerima Paket Perdana (DP3) dari Kementerian ESDM.

Oleh karena itu, Pertamina mengajak seluruh masyarakat menggunakan LPG subsidi secara bijak, tepat sasaran, dan sesuai peruntukannya agar ketersediaannya tetap terjaga bagi masyarakat yang benar-benar berhak.

 

Pertamina akan terus melakukan monitoring terhadap penyaluran LPG 3 kg di lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, agen, dan pangkalan untuk memastikan distribusi berjalan optimal dan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.