MAKASSAR – Kalla Translog memanfaatkan momentum peringatan hari ulang tahun dua perusahaan di bawah naungannya untuk mempertegas arah transformasi bisnis menuju era digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam perayaan yang mengusung tema “Stronger Together”, PT Bumi Jasa Utama merayakan usia ke-23, sementara PT Bumi Lintas Tama memasuki usia ke-36.
Peringatan yang digelar di Wisma Kalla, Selasa (28/7/2026), menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen perusahaan untuk terus bertumbuh melalui inovasi, kolaborasi, serta peningkatan kualitas layanan di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Chief Executive Officer Kalla Translog, Andi Muhammad Gunawan, menegaskan bahwa perubahan menjadi sebuah keharusan agar perusahaan tetap relevan dan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Menurutnya, setiap inovasi yang dibangun harus menghadirkan sesuatu yang berbeda dan dikerjakan dengan sepenuh hati.
Karena itu, Kalla Translog mulai mengintegrasikan pemanfaatan AI dalam berbagai aktivitas kerja sebagai bagian dari transformasi perusahaan.
“Kami harus menghadirkan nilai tambah, sesuatu yang berbeda yang dibangun dengan hati. AI bukan sekadar teknologi, tetapi menjadi bagian dari cara kami bekerja agar lebih efektif, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat Kalla Translog akan meluncurkan sistem baru yang terintegrasi dengan teknologi AI untuk mendukung proses operasional perusahaan.
Transformasi tersebut juga diiringi dengan pembentukan area bisnis baru, budaya kerja baru, serta proses kerja yang lebih modern agar perusahaan mampu terus berkembang mengikuti perubahan industri logistik.
Di tengah perlambatan ekonomi, Andi Muhammad Gunawan tetap optimistis sektor logistik masih memiliki prospek yang baik.
Ia meyakini peluang bisnis akan selalu terbuka selama perusahaan mampu beradaptasi dan menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Kami tetap optimistis bertumbuh. Rezeki itu selalu ada, tinggal bagaimana kami terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Ia juga mengakui distribusi logistik sempat menghadapi tantangan akibat kelancaran pasokan BBM.
Namun kondisi tersebut masih dapat diantisipasi dengan mengoptimalkan pola distribusi, salah satunya melalui penggabungan beberapa titik pengiriman sehingga operasional tetap berjalan secara efisien.
Seiring perkembangan bisnis, jumlah karyawan Kalla Translog juga terus mengalami peningkatan sebagai bagian dari penguatan kapasitas perusahaan.
Selain fokus pada transformasi bisnis, Kalla Translog turut menegaskan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial dan pelestarian lingkungan.
Rangkaian peringatan HUT diisi dengan penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus mengajak seluruh insan perusahaan untuk hidup selaras dengan alam.
Perusahaan juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, di antaranya donor darah, operasi katarak gratis, serta sunatan massal sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.
Sementara itu, Chief Operating Officer Kalla Lines, Muhammad Naim, berharap usia ke-36 menjadi pijakan untuk menghadirkan kinerja yang semakin baik.
“Di usia ke-36 ini kami ingin terus bertumbuh, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pelanggan maupun Grup Kalla,” ujarnya.
Melalui semangat “Stronger Together”, Kalla Translog menargetkan mampu memperkuat kolaborasi antarunit bisnis, mempercepat transformasi digital berbasis AI, serta menjaga pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri logistik nasional.

Tinggalkan Balasan