JENEPONTO – Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui tim pengabdian masyarakat Fakultas Keperawatan menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan aspek kesehatan dan penguatan ekonomi keluarga melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2026.

Program tersebut menyasar kelompok Ibu PKK dan pelaku usaha mikro di Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, dengan memperkenalkan produk pangan fungsional berupa cookies berbahan daun sambung nyawa (Gynura procumbens).

Kegiatan yang berlangsung pada 10 Juli 2026 itu dipimpin Ketua Tim Pengusul PMKI, Dr. Andina Setyawati, S.Kep., Ns., M.Kep. dari Universitas Hasanuddin, didampingi Insany Fitri Nurqamar, S.E., M.M.

Kolaborasi dua Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) tersebut menjadi upaya nyata menghadirkan solusi berbasis riset yang dapat diterapkan langsung di masyarakat, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi perempuan desa.

Dr. Andina menjelaskan, daun sambung nyawa dipilih karena memiliki kandungan senyawa aktif yang berdasarkan berbagai hasil penelitian berpotensi membantu menurunkan kadar glukosa darah serta mengurangi risiko inflamasi kronis yang menjadi salah satu penyebab komplikasi diabetes melitus.

Melalui pengolahan menjadi cookies sehat, masyarakat memperoleh alternatif pangan fungsional yang praktis dikonsumsi sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Kolaborasi strategis Unhas ini dirancang untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan. Melalui inovasi cookies sambung nyawa, masyarakat tidak hanya memperoleh edukasi mengenai pencegahan penyakit tidak menular, tetapi juga dibekali keterampilan menghasilkan produk yang memiliki daya saing di pasar,” ujar Dr. Andina.

Pemerintah Desa Sapanang menyambut baik pelaksanaan program tersebut.

Menurut pemerintah desa, kehadiran teknologi tepat guna berbasis tanaman lokal memberikan manfaat ganda karena meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru berbasis potensi desa.

Selain penyuluhan kesehatan, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan cookies sambung nyawa.

Tim pengabdian mendampingi ibu-ibu PKK mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi yang higienis sesuai standar operasional, hingga teknik pemanggangan yang mampu mempertahankan kandungan antioksidan pada daun sambung nyawa.

Pendekatan ini diharapkan menghasilkan produk pangan yang aman, berkualitas, dan siap dipasarkan.

Untuk memperkuat keberlanjutan usaha, peserta juga memperoleh pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital.

Insany Fitri Nurqamar membekali peserta dengan materi mengenai perhitungan biaya produksi, strategi penetapan harga, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk olahan rumah tangga agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi melalui post-test, pembagian produk snack sehat, serta penyusunan rencana pendampingan lanjutan agar usaha pangan fungsional yang dirintis masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

Program PMKI 2026 ini juga mendukung pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain tujuan kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri dan inovasi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.