JENEPONTO, matasulsel.id — Kabupaten Jeneponto mulai menunjukkan potensi sebagai daerah pengembangan olahraga sekaligus wisata berbasis pengalaman, khususnya melalui aktivitas berkuda dan memanah.

Potensi tersebut semakin diperkuat dengan tumbuhnya komunitas, pembinaan atlet, serta prestasi yang ditorehkan para pegiat olahraga berkuda dan panahan asal Bumi Turatea.

Terbaru, atlet Turatea Horseback Archery (HBA) Jeneponto berhasil naik podium pada dua kejuaraan berbeda yang berlangsung secara bersamaan di Kota Makassar, Sabtu–Ahad, 11–12 Juli 2026.

Prestasi tersebut diraih pada Kejuaraan Berkuda dan Memanah Manggala Cup di Manggala, Makassar, serta Kejuaraan Memanah On Ground Mushaf Cup 2026 yang berlangsung di Masjid 45 Urip, Makassar.

Pada Manggala Cup yang diselenggarakan Forum Rider Sulsel bersama KPBI dan PERDANA, Turatea HBA Jeneponto mengutus Muh. Yunus dan Muh. Hafidz pada kategori junior serta Albar Asmi dan Rahim Dg. Nai pada kategori senior.

Rahim Dg. Nai yang tampil bersama kuda Jenewa berhasil menunjukkan performa terbaiknya dan meraih Juara II kategori Indonesian Style.

Rombongan Turatea HBA Jeneponto dalam kejuaraan tersebut turut didampingi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jeneponto dan Ketua Turatea HBA Jeneponto, Ricardi Kholik.

Pada waktu yang hampir bersamaan, atlet Turatea HBA Jeneponto juga berlaga pada Kejuaraan Memanah On Ground Mushaf Cup 2026 yang diselenggarakan PT. Bosowa.

Turatea HBA Jeneponto menurunkan Dihya Arungpati dan Zena pada kategori junior. Sementara pada kategori senior tampil Agung Wirawan, Nurul Ramdan, Silmi Nur Haqqani, Rosmawaty, Angelia, Erni Amir, Ummu Dihya, dan Syam.

Dari kejuaraan tersebut, Dihya Arungpati berhasil meraih Juara III Junior Putra, sementara Nurul Ramdan menempati peringkat keempat kategori Senior Putri.

Capaian pada dua arena kompetisi berbeda tersebut tidak hanya menjadi prestasi olahraga. Lebih jauh, tumbuhnya komunitas dan atlet berkuda serta memanah menjadi modal sosial dan sumber daya kreatif yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik Kabupaten Jeneponto.

Jeneponto memiliki kedekatan historis dan kultural yang kuat dengan kuda. Dalam kehidupan masyarakat Turatea, kuda bukan sekadar hewan ternak, tetapi telah lama menjadi bagian dari aktivitas sosial, tradisi dan identitas masyarakat.

Modal budaya tersebut kini memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas melalui pendekatan olahraga, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Aktivitas berkuda, horseback archery dan panahan dapat menjadi bagian dari wisata berbasis pengalaman atau experience tourism. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat sebuah destinasi, tetapi memperoleh kesempatan mencoba, belajar dan merasakan langsung pengalaman berkuda maupun memanah di Jeneponto.

Semangat tersebut sejalan dengan gerakan SENGKA KI RI JENEPONTO, sebuah ajakan untuk datang, berkunjung dan menikmati pengalaman terbaik di Bumi Turatea.

SENGKA KI RI JENEPONTO tidak hanya diarahkan sebagai slogan promosi, tetapi menjadi gerakan untuk memperkenalkan beragam pengalaman khas daerah. Mulai dari menikmati bentang alam, menjelajahi kawasan pegunungan dan pesisir, mencicipi produk ekonomi kreatif, mengenal budaya lokal, hingga merasakan pengalaman berkuda dan memanah.

Dalam konteks tersebut, olahraga berkuda dan panahan memiliki posisi strategis untuk dikembangkan sebagai salah satu atraksi unggulan. Keberadaan komunitas seperti Turatea Horseback Archery menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pembinaan atlet sekaligus menghadirkan aktivitas wisata yang aman, edukatif dan menarik.

Prestasi para atlet di berbagai kejuaraan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat citra daerah. Atlet yang berkompetisi membawa nama Jeneponto, sementara komunitas yang terus tumbuh membuka ruang lahirnya generasi baru pegiat berkuda dan memanah.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas olahraga, pelaku pariwisata, sektor usaha dan masyarakat diharapkan mampu mendorong lahirnya agenda berkuda dan memanah yang lebih terstruktur.

Kejuaraan, festival, kelas pengenalan berkuda, wisata berkuda, arena panahan hingga paket pengalaman horseback archery berpotensi dikembangkan menjadi kalender kegiatan dan produk wisata khas Jeneponto.

Dengan kekuatan budaya berkuda yang telah mengakar dan tumbuhnya komunitas panahan, Jeneponto memiliki peluang membangun identitas baru sebagai salah satu daerah pengembangan olahraga dan wisata berkuda di Sulawesi Selatan.

Prestasi Turatea HBA Jeneponto di Manggala Cup dan Mushaf Cup 2026 menjadi salah satu penanda bahwa potensi tersebut terus tumbuh.

Dari arena latihan menuju podium. Dari tradisi menuju atraksi. Dari olahraga menuju pengalaman wisata.

SENGKA KI RI JENEPONTO. Datang dan rasakan pengalaman berkuda dan memanah di Bumi Turatea. (*)
Penulis : Ricardi Kholik