BONE – Kabar membanggakan datang dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone. Salah satu dosennya, Dr. Qudratullah, resmi diterima sebagai Peneliti Pascadoktoral (Postdoctoral Researcher) di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), Malaysia. Pencapaian ini menjadi langkah penting dalam penguatan jejaring akademik internasional sekaligus peningkatan kapasitas riset yang dimiliki oleh sivitas akademika IAIN Bone, jum’at(12/06/2026).

Sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki reputasi kuat dalam bidang penelitian dan inovasi, UniMAP memberikan kesempatan kepada para akademisi dari berbagai negara untuk terlibat dalam kolaborasi riset lintas disiplin. Melalui program pascadoktoral ini, Dr. Qudratullah akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan kerja sama akademik bersama para profesor dan peneliti di lingkungan UniMAP.

Dr. Qudratullah menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut. Menurutnya, program pascadoktoral merupakan wadah strategis untuk memperluas wawasan keilmuan, meningkatkan produktivitas riset, serta memperkuat kolaborasi internasional yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

“Kesempatan ini merupakan amanah yang besar sekaligus peluang untuk terus mengembangkan kapasitas akademik dan penelitian. Saya berharap dapat berkontribusi dalam menghasilkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat serta memperkuat kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.

Keikutsertaan Dr. Qudratullah dalam program pascadoktoral di UniMAP juga menjadi bagian dari upaya internasionalisasi perguruan tinggi yang terus didorong oleh IAIN Bone. Pengalaman dan jejaring yang diperoleh selama menjalani program tersebut diharapkan dapat memperkaya atmosfer akademik di lingkungan kampus serta mendorong peningkatan kualitas penelitian dan publikasi internasional. Capaian tersebut dinilai sebagai bukti bahwa dosen-dosen IAIN Bone mampu bersaing dan memperoleh pengakuan di tingkat internasional melalui karya ilmiah, penelitian, dan kontribusi akademik yang berkelanjutan.

Selain memperkuat reputasi institusi, kehadiran Dr. Qudratullah sebagai peneliti pascadoktoral di UniMAP diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas antara kedua institusi, khususnya dalam bidang komunikasi, media digital, studi keislaman, dan pengembangan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan inovasi, publikasi bereputasi internasional, serta berbagai program akademik yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

Pencapaian ini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika IAIN Bone untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, IAIN Bone semakin memperkuat perannya dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global.