JAKARTA, MATASULSEL.ID – PT Bank BTPN Syariah Tbk membuka tahun 2026 dengan performa solid di tengah tantangan sektor keuangan nasional. Bank syariah yang fokus pada pemberdayaan masyarakat inklusi ini berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 7 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp23,2 triliun, sekaligus membukukan laba bersih Rp319 miliar pada kuartal pertama 2026.
Kinerja positif ini menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan berbasis pendampingan intensif kepada nasabah ultra mikro terus memberikan hasil nyata, tidak hanya bagi pertumbuhan bisnis perusahaan tetapi juga bagi ketahanan ekonomi masyarakat prasejahtera produktif.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, menegaskan bahwa capaian ini didorong oleh kualitas pembiayaan yang semakin membaik berkat model bisnis khas BTPN Syariah yang menempatkan pendampingan sebagai fondasi utama.
“Momentum kuartal pertama menunjukkan bahwa model pendampingan yang kami terapkan berkontribusi signifikan terhadap kualitas pembiayaan. Kepercayaan nasabah meningkat, usaha mereka lebih tangguh, dan hal tersebut memperkuat fundamental Bank secara keseluruhan,” ujar Fachmy.
Menurutnya, fokus utama perseroan pada 2026 tetap konsisten seperti tahun sebelumnya, yakni memperkuat kualitas pembiayaan sambil mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi.
Pembiayaan Tumbuh, Kualitas Tetap Terjaga
Pada periode Januari-Maret 2026, penyaluran pembiayaan BTPN Syariah mencapai Rp10,6 triliun atau tumbuh 4 persen YoY. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan kualitas portofolio serta penerapan prinsip kehati-hatian yang konsisten.
Rasio keuangan Bank juga tetap berada dalam kondisi sangat sehat, dengan:
- Return on Asset (RoA): 7,1 persen
- Capital Adequacy Ratio (CAR): 59,2 persen
Angka tersebut mencerminkan kekuatan permodalan yang sangat kuat, memberikan ruang ekspansi yang aman sekaligus menjaga stabilitas operasional.
Kunci Sukses: Pendampingan Nasabah Ultra Mikro
Berbeda dengan model perbankan konvensional, BTPN Syariah menempatkan pembiayaan bukan sekadar penyaluran dana, melainkan bagian dari proses pemberdayaan berkelanjutan.
Setiap nasabah mendapatkan pendampingan intensif melalui program yang menanamkan empat perilaku unggul BDKS:
- Berani Berusaha
- Disiplin
- Kerja Keras
- Saling Bantu
Pendekatan ini terbukti meningkatkan kapasitas usaha nasabah sekaligus memperkuat karakter kewirausahaan mereka.
Peran penting dijalankan oleh Community Officer (CO), yang menjadi ujung tombak di lapangan. Melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS), para CO mendampingi kelompok nasabah secara langsung, memberikan edukasi usaha, membangun solidaritas komunitas, dan memastikan pembiayaan benar-benar produktif.
Community Officer bahkan disebut sebagai #bankirpemberdaya karena tidak hanya bertugas menyalurkan pembiayaan, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial-ekonomi.
Penguatan Internal untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Tak hanya fokus pada nasabah, BTPN Syariah juga memperkuat kapasitas internal sepanjang kuartal pertama 2026. Bank meningkatkan kualitas pelatihan bagi Community Officer agar lebih efektif, responsif, dan relevan dengan kebutuhan usaha ultra mikro.
Selain itu, sejumlah strategi baru turut diperkenalkan, seperti:
- Program reward untuk meningkatkan kedisiplinan nasabah
- Penguatan pengelolaan sentra komunitas
- Diversifikasi produk dan layanan bagi nasabah berkembang
- Pengembangan ekosistem layanan keuangan yang lebih komprehensif
Langkah ini dirancang agar nasabah dapat naik kelas secara ekonomi, sekaligus memperkuat loyalitas dan kualitas pembiayaan jangka panjang.
Perempuan Jadi Pilar Pemberdayaan
Sebagai satu-satunya bank syariah di Indonesia yang fokus pada masyarakat inklusi, BTPN Syariah menempatkan perempuan sebagai pusat strategi pemberdayaan.
Bank meyakini bahwa ketika perempuan berdaya secara ekonomi, maka keluarga dan komunitas juga akan ikut berkembang. Karena itu, mayoritas nasabah adalah perempuan dari keluarga prasejahtera produktif.
Saat ini, BTPN Syariah memiliki:
- 14,2 ribu karyawan
- 95 persen perempuan
- 52 persen lulusan SMA
- Melayani 7 juta nasabah
- 3,77 juta nasabah aktif
- 260 ribu komunitas
- Menjangkau 2.650 kecamatan di 26 provinsi
Skala ini menjadikan BTPN Syariah sebagai salah satu institusi keuangan inklusif terbesar di Indonesia.
Reputasi Makin Kokoh
Konsistensi bisnis dan kualitas fundamental Bank juga tercermin dari pengakuan lembaga pemeringkat internasional. Pada Februari 2026, BTPN Syariah kembali memperoleh peringkat AAA (idn) dari Fitch Ratings dengan prospek stabil.
Peringkat tersebut memperkuat posisi BTPN Syariah sebagai institusi keuangan yang sehat, terpercaya, dan berdaya tahan tinggi.
Menjawab Kebutuhan Ekonomi Inklusif Nasional
Di tengah tuntutan inklusi keuangan nasional, BTPN Syariah menunjukkan bahwa perbankan dapat menjadi instrumen pemberdayaan sosial sekaligus bisnis berkelanjutan.
Dengan kombinasi antara pembiayaan, edukasi, dan penguatan perilaku usaha, Bank tidak hanya mencatat pertumbuhan keuangan, tetapi juga berkontribusi pada penurunan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kuartal pertama 2026 menjadi bukti bahwa model bisnis berbasis pemberdayaan tetap relevan, bahkan semakin penting, dalam membangun ekonomi nasional yang lebih kuat dan merata.

Tinggalkan Balasan