MAKASSAR — Ruang rapat yang biasanya sarat angka dan kebijakan, pagi itu terasa berbeda. Ada jeda hening yang belum sepenuhnya pergi, lalu digantikan oleh sumpah yang menuntut arah baru.

Haris Abdurrahman resmi dilantik sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW), menggantikan almarhumah Haslinda Wahab yang wafat pada 7 Desember 2025.

Pelantikan tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, jajaran Pemerintah Provinsi, Komisi Pemilihan Umum, serta Badan Pengawas Pemilu.

Di tengah formalitas itu, pesan yang mengemuka sederhana namun berat: kursi legislatif tidak boleh kosong, karena di baliknya ada suara publik yang harus terus dijaga.

PAW bukan sekadar prosedur administratif. Ia adalah jembatan antara kehilangan dan keberlanjutan.

Dalam sumpah jabatan yang diucapkannya, Haris menanggung dua lapis beban sekaligus harapan baru: menjaga integritas lembaga sekaligus merawat kepercayaan konstituen yang sebelumnya diwakili Haslinda.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel, Mallarangan Tutu, menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar pergantian nama di papan keanggotaan.

“Kita masih menyimpan duka, tetapi amanah tidak boleh terhenti. Apa yang telah diperjuangkan almarhumah harus terus hidup dalam kerja-kerja politik ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan legislatif bukan hanya soal fungsi anggaran, pengawasan, dan legislasi yang kerap terdengar teknis. Lebih dari itu, ia menuntut kepekaan.

“Kebijakan yang lahir harus terasa di kehidupan masyarakat. Di situlah ukuran sesungguhnya,” tambahnya.

Masuknya Haris Abdurrahman menandai fase baru bagi DPRD Sulsel di sisa masa jabatan 2024–2029.

Di tengah tantangan pembangunan daerah yang kian kompleks, kehadiran anggota baru diharapkan bukan hanya mengisi kursi yang kosong, tetapi juga menghadirkan energi segar dalam merespons kebutuhan publik.

Dari satu prosesi singkat, arah panjang kembali ditetapkan: bahwa demokrasi tidak berhenti pada kehilangan, melainkan terus bergerak memastikan setiap suara tetap punya tempat di meja keputusan.