GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa memperkuat langkah strategis dalam menekan jumlah anak zero dose melalui pendekatan berbasis data, integrasi layanan kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor. Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional tingkat Kabupaten Gowa yang digelar di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (1/4).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menekankan bahwa validitas data menjadi fondasi utama dalam memastikan intervensi berjalan tepat sasaran. Menurutnya, tanpa basis data yang akurat, kebijakan yang diambil berisiko tidak efektif.

“Intervensi penurunan zero dose harus dimulai dari validitas data. Tanpa basis data yang presisi, kebijakan tidak akan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Gowa juga mendorong perluasan jangkauan layanan imunisasi dengan mengoptimalkan peran puskesmas dan posyandu sebagai garda terdepan. Pendekatan jemput bola menjadi strategi utama untuk menjangkau anak-anak di wilayah dengan akses terbatas.

Talenrang menegaskan bahwa pola layanan kesehatan tidak boleh lagi bersifat pasif. Tenaga kesehatan didorong untuk lebih proaktif turun langsung ke lapangan guna memastikan seluruh sasaran mendapatkan layanan imunisasi.

“Layanan tidak boleh bersifat pasif. Puskesmas dan tenaga kesehatan perlu mengubah pola kerja menjadi proaktif dengan menjangkau langsung sasaran di lapangan,” tambahnya.

Dalam upaya memperkuat monitoring wilayah, peran pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan juga dioptimalkan. Kader posyandu dan PKK didorong menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan dan sesuai konteks lokal.

Penanganan zero dose juga dipandang sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia. Langkah ini diyakini mampu menekan risiko penyakit menular sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Untuk itu, sinergi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama turut diperkuat guna memastikan informasi terkait imunisasi tersampaikan secara benar dan tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.

“Penurunan zero dose adalah kerja sistemik. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor yang konsisten agar capaian kesehatan anak dapat meningkat secara terukur,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak valid terkait vaksin. Ia menegaskan pentingnya dukungan seluruh elemen pemerintah daerah dalam mencapai target intervensi.

“Masyarakat tidak perlu ragu terhadap vaksin. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak benar. Kita butuh kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah agar target intervensi ini bisa tercapai sesuai rencana,” tegasnya.

Di sisi teknis, Kepala Dinas Kesehatan Gowa, Abdul Haris Usman, menyampaikan bahwa program ini dijalankan dengan target yang terukur dan jadwal yang ketat. Total sasaran anak zero dose di Kabupaten Gowa tercatat sebanyak 5.787 anak.

“Target kita 5.787 anak, dengan capaian awal 50 persen atau sekitar 2.894 anak dalam dua minggu. Pelaksanaan dimulai hari ini sampai 7 April, kemudian masuk tahap monitoring nasional pada 7 sampai 9 April,” jelasnya.

Ia menambahkan, tantangan terbesar masih terletak pada persepsi sebagian orang tua terhadap imunisasi. Oleh karena itu, pendekatan edukasi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Penjangkauan dilakukan secara aktif hingga ke wilayah sulit akses dengan melibatkan camat, pemerintah desa dan kelurahan, puskesmas, serta kader PKK. Strategi ini diharapkan mampu memastikan seluruh sasaran terdata secara by name by address dan mendapatkan layanan imunisasi secara optimal.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan PKK Pusat, Safriati Safrizal, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah, serta para kepala SKPD, pemerintah wilayah, dan unsur masyarakat se-Kabupaten Gowa.