Jeneponto, matasulssl.id – Plt.Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Taufik S.Sos.M.M. membuka Kegiatan Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten
Budaya Lokal Sub Kegiatan Pengembangan Kekhasan Koleksi Perpustakaan Daerah
Tingkat Kabupaten/Kota yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kabupaten Jeneponto melalui DAK Non Fisik Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang diikuti guru-guru, pegiat literasi, mahasiswa, pustakawan, TBM, berlangsung di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Selasa Tgl 4 Agustus 2026.

Taufik memberi apresiasi kepada peserta dengan Bimtek Kepenulisan Konten Lokal yang digelar Perpustakaan Jeneponto, sesungguhnya membangun rasa percaya diri peserta menulis tentang kearifan dan budaya lokal yang dimiliki kabupaten Jeneponto.

Menurut Taufik, selama enam bulan berada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jeneponto, banyak hal telah diraih prestasi dan penghargaan pada tingkat Provinsi Sulsel terutama Indeks Peningkatan Literasi Masyarakat Jeneponto dan Tingkat Kegemaran Membaca.

” Saya berharap agar out put Bimtek Kepenulisan Konten Lokal tentang Jeneponto melahirkan karta tulis yang bermanfaat bagi masyarakat” kata Taufik didampingi dua Kepala Bidang masing-masing Abdul Gafur dan Syahru Rahmadani.

Sementara Tokoh Literasi dan Perbukuan Nasional Bachtiar Adnan Kusuma didaulat menjadi pembicara sesi kedua, sebelumnya sesi pertama Dr.Syarifuddin menjadi pembicara tentang Menulis Konten Lokal.

Bachtiar Adnan Kusuma, mengurai rinci tentang filosofi Buku dan Menulis genre Esai konten lokal. Ia membuka dengan memberi catatan dan masukan kepada para peserta yang telah mengirim tulisan kepada panitia.

Bachtiar Adnan Kusuma, mengurai materinya dengan dialog langsung kepada peserta sembari menunjukkan langsung buku-buku karya berbasis konten lokal dan buku Esai serta antologi.

Deklarator Nasional Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Pusat dan Sekjend Penpro Pusat 2017-2022 ini, menegaskan kalau Esai salah satu jenis karya tulis yang berisi kombinasi antara fakta dan opini. Menulis esai lebih bersifat subjektif dari sudut pandang penulisnya yang bersifat analitis, spekulatif, dan interpretatif.

Karena itu, kata BAK menegaskan menulis esai mencakup narasi yang bisa berupa kritik, argumen, sastra dari pengamatan kehidupan sehari-hari dan refleksi penulis.

Mengapa Harus menulis Esai konten lokal? BAK yang telah mengantar ratusan peserta Bimtek Menulis lokal telah berhasil melahirkan karya buku ini, menjelaskan karena Esai merupakan karangan prosa yang membahas suatu persoalan dari sudut penulis secara sepintas, sementara menurut ilmu jurnalistik, Esai adalah tulisan yang memuat pendapat seseorang tentang suatu persoalan ditinjau secara subjektif.

” Struktur esai terdapat struktur utama dalam esai dan tulisan esai yang baik dan benar memenuhi struktur Pendahuluan, Pembahasan dan penutup” kata BAK.

Lalu, Bagaimana Menulis Esai ? BAK membuka jalan kepada peserta dengan menentukan topik. Tahap ini bertujuan mempermudah dalam menemukan gagasan dan menentukan format esai yang akan dibuat. Menyeleksi gagasan dan menulis pengantar (kalimat topik).

Berikutnya, kata BAK setelah mengumpulkan gagasan atau fakta, peserta perlu memikirkan cara mengaitkan gagasan atau fakta dengan topik. Jika telah menentukan gagasan utama, tulislah kalimat pengantar yang dapat mempresentasaikan gagasan tersebut dengan jelas dan menarik.

” Menentukan tema atau tujuan sesuai tema sebaiknya dipilih sesuai dengan yang dipahami, disukai, atau dikuasai oleh penulis. Hal tersebut dilakukan agar penulis membuat kerangka tulisan atau referensi. Outline dapat membantu penulis dalam memetakan gagasan” lanjut BAK.

Nah, kata BAK untuk menulis esai konten lokal sebaiknya mengembangkan tulisan sesuai struktur dan gagasan gagasan, ide pada esai yang baik dapat disajikan sesuai dengan struktur esai yang telah di buat agar jelas sehingga mudah dipahami oleh para pembaca.

Pada bagian terakhir, BAK menegaskan pentingnya menyunting dan membaca ulang tulisan agar esai yang disusun dapat memenuhi persyaratan yang baik dan bagus.

Kata kuncinya, tegas BAK menulis saja, persoalannya membahas alur menulis esai, tapi tidak menulis takkan lahir karya tulis yang baik.

Karenanya, tiga jam bersama BAK akan lahir Buku yang penulisnya adalah 50 orang peserta Bimtek menulis konten lokal Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto 2026. (Oji)