PAREPARE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pengelolaan Sampah Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Workshop Pelatihan dan Pembuatan Tote Bag Ecoprint dengan Teknik Pounding di UPTD SD Negeri 56 Kota Parepare, Jumat (24/7).
Kegiatan edukatif ini menjadi upaya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan kepada siswa sekolah dasar melalui aktivitas kreatif yang menyenangkan.
Program yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WITA tersebut dipandu oleh penanggung jawab kegiatan, Farhana Nashirah Khadafi. Ia menjelaskan, workshop lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya penggunaan plastik sekali pakai yang berkontribusi pada penumpukan sampah dan pencemaran lingkungan.
Menurut Farhana, edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu diperkenalkan sejak usia dini dengan metode yang mudah dipahami dan menarik bagi anak-anak. Karena itu, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan, tetapi juga diajak langsung membuat tote bag ramah lingkungan menggunakan teknik ecoprint.
“Sampah plastik sekali pakai membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Jika terus menumpuk, tentu akan mencemari lingkungan. Karena itu, anak-anak perlu memahami persoalan ini sejak dini, tetapi penyampaiannya harus menyenangkan, bukan hanya melalui teori,” ujar mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas yang akrab disapa Inoy.
Dalam workshop tersebut, siswa diperkenalkan pada teknik ecoprint, yaitu metode mencetak motif pada kain menggunakan daun dan bunga asli tanpa memanfaatkan cat sintetis maupun bahan kimia. Teknik yang digunakan adalah pounding, yakni menata daun dan bunga di atas kain tote bag, menutupnya dengan plastik, kemudian memukulnya secara perlahan menggunakan palu hingga warna dan bentuk alami tanaman berpindah ke permukaan kain. Agar motif lebih tahan lama, hasil cetakan kemudian diberi fiksatif berupa tawas atau kapur.
Sepanjang kegiatan, para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari penyampaian materi hingga praktik membuat tote bag. Meski seluruh daun dan bunga telah disiapkan oleh mahasiswa KKN-T, setiap peserta berhasil menghasilkan motif yang berbeda sesuai kreativitas masing-masing dalam menyusun dan memukul bahan alami di atas kain.
Farhana menuturkan, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas, tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta tujuan ke-13 terkait aksi penanganan perubahan iklim.
Ia berharap tote bag hasil karya para siswa dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai sehingga kebiasaan ramah lingkungan dapat tumbuh sejak usia dini.
“Yang paling penting, tas ini bisa dipakai berulang kali sehingga tidak lagi bergantung pada kantong plastik. Harapan saya, melalui kegiatan sederhana ini adik-adik mulai terbiasa mencintai lingkungan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Farhana.

Tinggalkan Balasan