Maros – Dalam rangka mendukung transformasi digital pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 menggelar program kerja Digitalisasi UMKM dengan mendampingi pembuatan QRIS di Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Program ini bertujuan memudahkan sistem pembayaran non-tunai dan meningkatkan mutu pelayanan kepada konsumen, sabtu(08/08/2026).

Program ini merupakan inisiatif individu dari Ika Toding Malisan, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, sebagai bagian dari pelaksanaan KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 116. Lewat program tersebut, mahasiswa berusaha membantu pelaku UMKM agar dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi digital melalui pemanfaatan sistem pembayaran QRIS.

Pendampingan dilakukan secara langsung dengan mengunjungi para pelaku UMKM untuk memberikan penjelasan tentang manfaat menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), membantu proses pendaftaran, hingga memastikan setiap pelaku usaha memahami cara menerima pembayaran digital melalui satu kode QR. Kehadiran QRIS diharapkan bisa membuat proses beli dan jual lebih mudah, aman, serta lebih cepat, baik bagi orang yang menjual maupun yang membeli.

Di masa kini yang semakin canggih, penggunaan metode pembayaran tanpa uang fisik menjadi hal yang penting bagi para pengusaha UMKM agar bisa tetap kompetitif dan memberikan layanan yang lebih canggih. Melalui bantuan ini, para pelaku UMKM di Desa Bonto Tallasa didorong untuk menggunakan teknologi digital sebagai cara meningkatkan daya saing dan memperlebar akses transaksi bagi para pembeli.

Sebagai pelaksana program, Ika Toding Malisan menjelaskan bahwa digitalisasi UMKM bukan hanya soal mengikuti kemajuan teknologi, tetapi juga membuka kesempatan bisnis yang lebih luas bagi masyarakat.

‘’Dengan bantuan dalam membuat QRIS ini, saya harap para pengusaha UMKM di Desa Bonto Tallasa dapat merasakan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan dalam melakukan transaksi digital. Semoga program ini menjadi awal yang baik bagi UMKM untuk terus berkembang, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mampu bersaing di tengah persaingan digital ” kata Ika Toding Malisan.

Salah satu pengusaha UMKM yang mengikuti program ini, Nurul, juga memberikan apresiasi atas bantuan dan dukungan yang diberikan.

“Terima kasih banyak, ya. Saya berharap dengan adanya QRIS semoga transaksi jadi makin gampang dan praktis, Semoga pelayanan ke pelanggan juga bisa lebih baik kedepannya ” kata Nurul.

Program digitalisasi UMKM ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk mengembangkan penggunaan pembayaran digital di Desa Bonto Tallasa. Selain membuat transaksi lebih mudah, penggunaan QRIS juga diharapkan bisa membuat konsumen lebih percaya, mempercepat pembayaran, serta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa dengan memanfaatkan teknologi digital.

Kegiatan pendampingan tersebut adalah bentuk nyata dari kontribusi mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 116 dalam memperkuat masyarakat melalui inovasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Melalui program kerja individu ini, diharapkan semakin banyak pengusaha UMKM di Desa Bonto Tallasa menggunakan QRIS, sehingga bisa membentuk ekosistem ekonomi digital yang lebih ramah semua kalangan, lebih canggih, dan lebih berkelanjutan.