MAROS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Labuaja melaksanakan program kerja bertajuk “Edukasi Literasi Keuangan: Menabung dan Perencanaan Keuangan Bagi Pelajar” di SMPS IT AN-NAS 2 Pattiro, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa-siswi kelas VII hingga IX sebagai upaya membangun kesadaran finansial sejak usia sekolah, selasa(04/08/2026).
Program yang dipimpin oleh Ketua Posko KKN Desa Labuaja, Alif Nawaf Abdillah, tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WITA. Kegiatan dirancang dalam bentuk pembelajaran yang interaktif agar materi literasi keuangan dapat dipahami dengan mudah oleh para pelajar.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Unhas berupaya menanamkan pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak dini. Edukasi tersebut bertujuan agar para siswa mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, memahami pentingnya menabung sebagai investasi masa depan, serta menghindari perilaku konsumtif yang dapat berdampak pada kebiasaan finansial mereka di kemudian hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh perwakilan mahasiswa KKN. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar literasi keuangan melalui metode pembelajaran yang menarik, seperti pemanfaatan celengan target, simulasi penyusunan anggaran uang jajan harian, hingga diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta.
Untuk meningkatkan partisipasi siswa, mahasiswa KKN juga menghadirkan sesi edukatif yang dipadukan dengan permainan dan kuis. Para peserta yang aktif menjawab pertanyaan memperoleh hadiah berupa celengan mini sebagai bentuk motivasi agar mereka mulai membiasakan diri menabung sejak sekarang.
Ketua Posko KKN Desa Labuaja, Alif Nawaf Abdillah, mengatakan bahwa literasi keuangan merupakan keterampilan hidup yang perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak dini agar mereka memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijaksana di masa depan.
“Kami berharap melalui edukasi ini, adik-adik pelajar di Desa Labuaja tidak hanya sekadar tahu apa itu menabung, tetapi bisa langsung mempraktikkan perencanaan keuangan di kehidupan sehari-hari mereka. Literasi keuangan adalah bekal penting yang harus dipupuk sejak dini untuk masa depan mereka,” ujar Alif Nawaf Abdillah.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh salah seorang pengajar di SMPS IT AN-NAS 2 Pattiro, Bapak Anto. Menurutnya, materi mengenai pengelolaan keuangan masih jarang diperoleh siswa dalam pembelajaran formal, sehingga kehadiran mahasiswa KKN memberikan nilai tambah bagi peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi program yang dibawa oleh mahasiswa KKN ini. Materi manajemen keuangan seperti ini sangat jarang didapatkan anak-anak di kelas formal. Ini penting agar anak-anak kami di Cenrana bisa lebih bijak dan mandiri dalam mengelola uang jajannya,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan cinderamata sebagai simbol kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin dengan pihak sekolah. Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap budaya menabung dan perencanaan keuangan sederhana dapat menjadi kebiasaan positif yang terus diterapkan oleh para pelajar dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi bekal untuk mewujudkan generasi muda yang lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

Tinggalkan Balasan