Bantaeng — Mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Irma Afiati, menggelar sosialisasi literasi digital bertajuk “Mengenali dan Mencegah Hoaks Seputar Kebijakan dan Bantuan Pemerintah” di Aula Kantor Desa Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/7/2026), guna meningkatkan kewaspadaan warga terhadap hoaks yang mengatasnamakan kebijakan maupun bantuan pemerintah, selasa(04/08/2026).

Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Pa’jukukang Andi Nursyam, Ketua TP PKK, para kepala dusun, dan perangkat desa.

Irma menjelaskan pentingnya kemampuan warga mengenali, memverifikasi, dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya. Ia memaparkan data Kementerian Komunikasi dan Digital yang mencatat 1.674 konten hoaks beredar sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2025, dengan hoaks bertema pemerintahan menempati posisi kedua terbanyak sebanyak 341 kasus.

Beberapa contoh hoaks turut dipaparkan, seperti isu pajak ponsel 2027, kabar penonaktifan platform media sosial, tautan palsu bantuan PKH yang meminta kode OTP, hingga modus penipuan berkedok bantuan alat perikanan untuk mencuri data pribadi.

Peserta yang didominasi ibu rumah tangga mengaku pernah menerima pesan serupa, bahkan beberapa sempat menjadi korban penipuan berkedok bantuan pemerintah.

“Hoaks yang mengatasnamakan kebijakan atau bantuan pemerintah sering dimanfaatkan karena mudah menarik kepercayaan masyarakat. Karena itu, penting untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya,” ujar Irma.

Kepala Desa Pa’jukukang, Andi Nursyam, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai edukasi literasi digital penting karena bantuan sosial kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab sebagai modus penipuan maupun penyebaran hoaks.

“Semoga masyarakat semakin jeli membedakan informasi yang benar dan yang palsu,” katanya.

Selain pemaparan materi, peserta mengikuti sesi diskusi mengenai ciri-ciri hoaks dan langkah penanganan informasi mencurigakan di media sosial maupun aplikasi percakapan.

Melalui kegiatan ini, warga Desa Pa’jukukang diharapkan semakin bijak menggunakan media digital dan aktif berperan menyebarkan informasi yang benar.

Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.