MOROWALI – PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali memperluas jaringan layanan resminya di Indonesia.

Kali ini, Honda membuka empat diler baru yang tersebar di Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah sebagai bagian dari strategi mendekatkan layanan penjualan dan purnajual kepada konsumen.

 

Empat jaringan baru tersebut yakni Honda Balindo Poso, Honda Balindo Luwuk, Honda Balindo Morowali, dan Honda Trio Muara Teweh.

 

Pembukaan empat diler ini memperkuat kehadiran Honda di Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai, Kabupaten Morowali, serta Kabupaten Barito Utara.

Ekspansi tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah Honda memperluas akses layanan resmi di wilayah luar Pulau Jawa.

 

Sepanjang 2026, Honda tercatat terus mengembangkan jaringan layanan resminya di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Kalimantan, Jawa Tengah, Bali, Papua, hingga Sulawesi.

 

Langkah tersebut dilakukan seiring dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan serta layanan penjualan, servis, dan suku cadang resmi Honda.

 

Keempat wilayah yang menjadi lokasi diler baru dinilai memiliki potensi pasar yang terus berkembang.

Sepanjang 2026, populasi kendaraan Honda di kawasan Poso, Luwuk, Morowali, dan Muara Teweh tercatat lebih dari 150 unit, dengan kontribusi Honda Brio mencapai 67 persen.

 

Sebelum empat jaringan baru tersebut beroperasi, konsumen Honda di wilayah tersebut harus mengakses diler resmi terdekat dengan jarak rata-rata sekitar 380 kilometer.

 

Kondisi itu membuat kehadiran diler baru menjadi bagian penting dalam memperpendek akses konsumen terhadap layanan resmi Honda.

Dengan adanya diler di masing-masing wilayah, konsumen kini dapat memperoleh layanan dengan jarak yang lebih dekat dari pusat aktivitas mereka.

 

Salah satunya Honda Balindo Poso yang berada sekitar dua kilometer dari pusat Kota Poso. Lokasi tersebut diharapkan memudahkan konsumen di Poso dan daerah sekitarnya untuk mendapatkan berbagai kebutuhan layanan Honda.

 

Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengatakan pengembangan jaringan Honda dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen, potensi pasar, serta perkembangan populasi kendaraan Honda di setiap daerah.

 

“Honda terus mengembangkan jaringan diler dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen, potensi pasar, serta perkembangan populasi kendaraan Honda di setiap wilayah. Karena itu, kami juga terus memperkuat jaringan di luar Pulau Jawa, di mana kebutuhan terhadap akses layanan resmi Honda terus berkembang,” ujar Yusak Billy.

 

Menurut dia, kehadiran jaringan baru di Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah kepada konsumen terhadap layanan resmi Honda.

 

“Melalui pembukaan jaringan baru ini, kami ingin memastikan konsumen dapat lebih mudah mendapatkan layanan penjualan, servis, dan suku cadang resmi dengan standar Honda, serta dukungan yang lebih dekat sepanjang masa kepemilikan kendaraan,” lanjutnya.

 

Dengan tambahan empat diler tersebut, Honda kini memiliki 96 jaringan diler di wilayah Outside Java.

 

Secara nasional, Honda telah memiliki lebih dari 200 jaringan diler di Indonesia dengan cakupan layanan mencapai 94 persen.

 

Ekspansi jaringan juga terus dilakukan sepanjang 2026. Hingga saat ini, Honda telah membuka 16 jaringan layanan baru di berbagai wilayah Indonesia.

 

Pengembangan jaringan tersebut tidak hanya dilakukan melalui pembukaan diler permanen. Honda juga menyiapkan skema layanan lain untuk menjangkau konsumen di wilayah dengan kebutuhan pasar tertentu.

 

Salah satunya melalui temporary dealer outlet di QBig BSD yang akan beroperasi hingga akhir 2026.

 

Honda menyatakan pengembangan jaringan layanan akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain kebutuhan konsumen, potensi pasar, perkembangan populasi kendaraan Honda, serta kemudahan akses layanan di setiap wilayah.

 

Dengan strategi tersebut, ekspansi jaringan Honda tidak hanya diarahkan untuk memperluas titik penjualan kendaraan, tetapi juga memperkuat ekosistem layanan purnajual agar konsumen dapat memperoleh dukungan resmi yang lebih dekat selama masa kepemilikan kendaraan.