MAKASSAR – Sebuah pangkalan gas elpiji 3 kilogram di Jalan Rajawali menjadi sorotan warga setempat. Pangkalan bernama “Agus Salim” itu dikeluhkan karena kerap menolak warga yang hendak membeli tabung gas, serta sering tutup sehingga disebut turut memicu kelangkaan gas 3 kg di wilayah tersebut, senin(14/09/2026).

Seorang warga bernama Emy menceritakan pengalamannya saat ditolak membeli gas di pangkalan tersebut. Ia mengaku sempat menyaksikan langsung mobil pengantar menurunkan tabung gas, namun saat itu juga ia tidak diperbolehkan membeli.

“Ada mobil antar gas yang kasi turun gas, lalu saya membawa dua buah gas, saat hendak membeli penjualnya bilang nanti besok baru beli,” ujar Emy saat diwawancarai reporter matasulsel.id, Senin (14/9/2026).

Emy mengungkapkan kekecewaannya atas pelayanan pangkalan tersebut.

“Dari situ kecewa sekali karna didepan mataku itu gas di kasi turun tapi ditolak,” jelasnya.

Senada dengan Emy, warga lain bernama Fitria menyoroti pangkalan gas tersebut yang menurutnya lebih sering tutup. Ia mengatakan meski sudah mengetuk pintu berulang kali, tempat usaha itu tetap tidak dibuka. Fitria menambahkan, saat pangkalan terbuka pun, aktivitas yang terlihat hanya pengantaran gas menggunakan sepeda motor tanpa kejelasan tujuan pengiriman.

“Saya mau beli gas tapi tertutup terus itu tempat jualanya, udah digedor tapi tidak di buka, Kalo terbuka paling kalo mau antar gas, tidak tau siapa yang dia antarkan,” ungkap Fitria.

Fitria juga mengeluhkan kondisi kelangkaan gas 3 kg yang menurutnya semakin sulit didapatkan, meski terdapat pangkalan resmi di dekat kediamannya.

“Kondisinya gas susah di cari, ada agen dekat rumah tapi kalo kesana kalo tidak tertutup paling udah habis gasnya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pangkalan gas “Agus Salim” belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut.