SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja berupa edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba pada Kamis, 30 Juli 2026, di SD Negeri 10 Otting, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 13 siswa kelas VI sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sejak usia sekolah dasar, jum’at(07/08/2026).
Program ini dilaksanakan karena anak usia sekolah perlu memperoleh pemahaman yang benar mengenai narkoba sebelum mereka menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan sekitar. Edukasi sejak dini diharapkan dapat membantu siswa mengenali perilaku berisiko, memahami dampak penyalahgunaan narkoba, serta berani mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi situasi yang membahayakan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa mengenai narkoba. Selanjutnya, mahasiswa KKN-PK menyampaikan materi edukasi secara interaktif menggunakan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia peserta.
Materi yang diberikan meliputi pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba yang umum dikenal, proses seseorang dapat mengalami ketergantungan, serta dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, pendidikan, hubungan sosial, dan masa depan. Siswa juga memperoleh informasi mengenai penyalahgunaan zat adiktif lain, seperti menghirup lem dan bensin, yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan meskipun bukan termasuk narkotika.
Selain membahas bahaya penyalahgunaan narkoba, pemateri juga mengajak siswa berdiskusi mengenai cara menolak ajakan yang mengarah pada perilaku berisiko. Siswa didorong untuk mengatakan tidak terhadap tawaran narkoba, menghindari lingkungan yang berpotensi memberikan pengaruh negatif, serta meminta bantuan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya apabila menghadapi situasi yang membahayakan.
Setelah seluruh materi selesai disampaikan, mahasiswa KKN-PK memberikan post-test sebagai evaluasi untuk mengetahui perubahan pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan. Hasil evaluasi ini menjadi salah satu indikator ketercapaian program sekaligus memberikan gambaran mengenai efektivitas penyampaian materi.
Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti setiap rangkaian acara dengan baik. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berpartisipasi dalam permainan kelompok, serta berdiskusi bersama pemateri mengenai materi yang telah disampaikan.
Melalui program edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, mampu membedakan informasi yang benar dan keliru, serta memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang mengarah pada perilaku berisiko. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal bagi siswa dalam menjaga diri serta lingkungan pergaulannya.

Tinggalkan Balasan